Gunung Purba Meletus Pertama Kalinya dalam 12 Ribu Tahun, Awan Abu Hingga 14 KM

Muhamad Fajar Riyandanu
25 November 2025, 15:19
Ilustrasi kawah Gunung Lewotobi Laki-laki tampak dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11/2024).
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt.
Ilustrasi kawah Gunung Lewotobi Laki-laki tampak dari Desa Pululera di Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa (12/11/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gunung berapi Hayli Gubbi yang terletak di Ethiopia, Afrika Timur, meletus untuk pertama kalinya dalam 12 ribu tahun. Letusan yang terjadi pada 23 November itu memuntahkan awan abu dari yang membumbung mencapai ketinggian sekitar 14 kilometer dan melayang melintasi Laut Merah menuju Yaman dan Oman.

Gunung Hayli Gubbi terletak di wilayah Afar, sekitar 800 kilometer di timur laut Addis Ababa dan berdekatan dengan perbatasan Eritrea. Menurut keterangan pejabat setempat, Mohammed Seid, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Meski begitu, ia mengingatkan letusan ini bisa berdampak pada ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas hidup dari beternak. “Tidak ada korban manusia maupun hewan sejauh ini, tetapi banyak desa tertutup abu, dan akibatnya ternak mereka hampir tidak punya pakan,” kata Seid, sebagaimana diberitakan oleh The Guardian.

Ia menjelaskan, sebelum letusan ini terjadi tidak ada satu pun catatan sejarah yang menunjukkan Gunung Hayli Gubbi pernah meletus. Hal itu membuatnya khawatir terhadap keselamatan warga di sekitarnya.

Gunung dengan tinggi sekitar 500 meter itu berdiri di Lembah Celah yang dikenal memiliki aktivitas geologi sangat tinggi. Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) melaporkan awan abu dari letusan tersebut terbawa angin hingga mencapai Yaman, Oman, India dan Pakistan bagian utara.

Wilayah Afar dikenal rawan gempa. Seorang warga lokal, Ahmed Abdela, mengatakan ia mendengar suara ledakan keras yang kemudian disusul gelombang kejut. “Rasanya seperti ada bom yang tiba-tiba meledak, disertai asap dan abu,” ujarnya.

Video yang beredar di media sosial—meski belum dapat diverifikasi AFP—memperlihatkan kolom asap putih pekat menjulang tinggi ke langit.

Smithsonian Institution melalui Program Vulkanisme Global menyatakan bahwa Hayli Gubbi tidak pernah tercatat meletus sepanjang periode Holosen yang dimulai sekitar 12 ribu tahun lalu setelah berakhirnya zaman es.

Ahli Vulkanologi yang juga profesor di Michigan Technological University, Simon Carn, mengonfirmasi lewat Bluesky bahwa Hayli Gubbi tidak memiliki rekam jejak letusan sepanjang era Holosen.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...