Israel Tewaskan Bayi Palestina Usia 7 Bulan di Tepi Barat

Reza Pahlevi
7 Juni 2026, 06:47
Mohamad Torokman Pemandangan udara kota Jenin, di wilayah pendudukan Israel Tepi Barat, Selasa (17/5/2022). Gambar diambil 17 Mei 2022 menggunakan drone.
ANTARA FOTO/REUTERS/Mohamad Torokman/RWA/dj
Mohamad Torokman Pemandangan udara kota Jenin, di wilayah pendudukan Israel Tepi Barat, Selasa (17/5/2022). Gambar diambil 17 Mei 2022 menggunakan drone.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pasukan Israel menewaskan seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan di Tepi Barat pada Jumat (5/6) malam waktu Palestina. Kedua orang tuanya juga mengalami luka tembak dalam insiden tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina mengidentifikasi korban sebagai Sam Fahd Abu Haikal. Bayi itu meninggal di lokasi kejadian, sementara orang tuanya dirawat akibat luka tembak.

Nenek korban mengatakan keluarganya sedang berkendara dekat Pos Pemeriksaan 17 di Hebron. Mereka melihat kendaraan dan tentara Israel dari kejauhan lalu menghentikan mobil.

"Kami mengira tembakan itu hanya peringatan," ujar nenek yang namanya tidak disebutkan dalam pemberitaan Reuters, Jumat (5/6).   

Menurut sang nenek, satu peluru mengenai wajah cucunya lalu menembus kepala. Peluru yang sama juga mengenai pipi sang ibu dan bersarang di wajahnya.

Ia menambahkan peluru tersebut turut menggores jari ayah korban. Sang ibu saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Militer Israel menyatakan insiden terjadi saat operasi di wilayah Hebron pada Jumat. Tentara melihat sebuah kendaraan melaju ke arah mereka dan melepaskan tembakan.

Menurut militer, tiga warga Palestina terluka dan dievakuasi untuk perawatan medis. Penyelidikan awal menyebut para korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat.

Militer Israel menyatakan kasus tersebut masih ditinjau lebih lanjut. Hasil penyelidikan akan diserahkan kepada otoritas terkait.

Tel Rumeida merupakan kawasan di Hebron yang kerap menjadi titik ketegangan. Pemukim Israel tinggal di wilayah itu dengan pengamanan militer ketat.

Kawasan tersebut telah lama menjadi lokasi bentrokan di Tepi Barat yang diduduki Israel. Ketegangan melibatkan pemukim Israel dan warga Palestina setempat.

Menurut laporan Uni Eropa pada 2024, lebih dari 700 ribu pemukim Israel tinggal di Tepi Barat. Jumlah itu juga mencakup wilayah Yerusalem Timur.

Di wilayah yang sama, terdapat lebih dari tiga juta warga Palestina. Kedua komunitas hidup berdampingan di tengah konflik yang berkepanjangan.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...