Di Sidang PBB, Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina jadi Ujian Hukum Internasional
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengatakan isu Palestina menjadi ujian terbesar bagi masyarakat dunia dalam menegakkan hukum internasional. Hal itu lantaran pelanggaran yang terus terjadi tanpa tindakan konkret untuk menghentikannya.
Dalam pernyataan nasional Indonesia yang disampaikan di hadapan Sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Sabtu waktu setempat, dia menuturkan institusi internasional akan kuat hanya jika dunia membelanya serta menegakkan hukum internasional.
“Dalam hal tersebut, Palestina tetap menjadi salah satu ujian paling jelas terhadap prinsip ini, serta ujian bagi hati nurani kita,” kata Sugiono seperti dikutip Minggu (27/9).
Sugiono menilai pelanggaran hukum internasional yang jelas-jelas terjadi di Jalur Gaza dan Tepi Barat menunjukkan seakan-akan dunia belum mengenal Piagam PBB, Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (UDHR), dan empat Konvensi Jenewa 1949. Sugiono mengatakan kesamaan nasib saat membela kemerdekaan menjadi salah satu alasan yang terus mendorong Indonesia untuk terus bersama bangsa Palestina.
“Indonesia telah mencicipi perjuangan melawan kolonialisme "pada masa di mana hukum internasional lemah dan yang kuat pasti berkuasa,” ujarnya.
Sugiono menyatakan tekad Indonesia untuk terus bersama rakyat Palestina hingga hak mereka menentukan nasibnya sendiri dapat tercapai. Indonesia juga akan senantiasa membela rakyat Palestina hingga kemerdekaan dan kedaulatan Palestina terwujud berdasarkan prinsip solusi dua negara yang berlandaskan hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional.
“Palestina bukan hanya isu satu kawasan. Palestina adalah ujian untuk melihat apakah sistem multilateral dapat membela prinsip yang diciptakannya dan dapat menegakkannya di saat yang paling dibutuhkan,” tutur Sugiono.
Dia mengatakan meski dengan berbagai upaya mereformasi institusi internasional, hukum internasional tak boleh luput dari perhatian dan harus ditegakkan secara konsisten. Tegaknya hukum internasional juga akan menyelamatkan multilateralisme di dunia.
“Kedaulatan harus dihargai dan kolonialisme harus diakhiri,” katanya.
Kehadiran Indonesia dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 diwakili Menlu Sugiono sebagai kepala delegasi Indonesia yang sudah hadir di New York sejak Senin (21/9). Sebelum menyampaikan pernyataan nasionalnya pada Sabtu, Sugiono telah berpartisipasi dalam berbagai pertemuan tingkat tinggi maupun pertemuan bilateral.
