Pesawat Saudia Terbakar Diduga Kena Pecahan Proyektil di Tengah Serangan Houthi

Desy Setyowati
9 Oktober 2026, 06:34
pesawat Saudia terbakar, houthi,
Airnavradar
Video diduga pesawat Saudia terbakar
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pesawat komersial milik maskapai penerbangan Saudia Airlines milik negara Arab Saudi mengalami kerusakan parah akibat kebakaran saat diparkir di terminal Bandara Internasional King Khalid di Riyadh pada Kamis (8/10).

Dikutip dari Reuters, tiga orang yang diberi informasi tentang insiden tersebut mengatakan, pesawat mungkin rusak akibat pecahan peluru dari proyektil yang dicegat atau akibat terkena langsung proyektil lain.

Para sumber itu mengatakan, tidak ada penumpang di dalam pesawat ketika insiden itu terjadi, meskipun mereka tidak dapat mengesampingkan kemungkinan adanya korban luka.

Video yang diverifikasi oleh Reuters menunjukkan kobaran api dan kepulan asap hitam tebal yang membubung dari bandara.

Kantor media pemerintah Arab Saudi, otoritas penerbangan sipil, dan Saudia Airlines belum memberikan tanggapan mengenai kerusakan pada pesawat tersebut.

Insiden itu terjadi di tengah eskalasi baru yang melibatkan serangan yang menargetkan Arab Saudi. Gerakan Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran mengklaim telah meluncurkan rudal balistik ke arah Bandara Internasional King Khalid.

Sementara itu, koalisi pimpinan Saudi mengatakan telah mencegat dua rudal balistik yang menuju Riyadh dan satu lagi ke arah Khamis Mushait.

Secara terpisah, pejabat Saudi mengatakan puing-puing dari rudal yang dicegat telah menghantam taman kanak-kanak dan kompleks medis di Riyadh.

Lufthansa dan Air India mengatakan mereka menangguhkan penerbangan ke Riyadh setelah serangan Houthi.

Konflik tersebut, yang kini menjadi dampak dari perang AS - Iran, telah menambah kekacauan baru di wilayah yang sudah berkobar, dan mengancam akan menyeret negara-negara lain ke dalam pertempuran pegunungan yang melelahkan, dengan Suriah sekarang mempertimbangkan untuk mengerahkan pasukan untuk membantu Arab Saudi.

Kerajaan telah mendorong dukungan dari negara-negara sekutu, termasuk Turki dan Pakistan, meskipun hanya dalam kapasitas logistik atau pertahanan, karena mereka mencoba untuk membalikkan kemajuan Houthi di Yaman barat daya, di pintu masuk selatan Laut Merah.

Permintaan-permintaan tersebut menjadi lebih mendesak sejak otoritas Saudi mengatakan pada Rabu (7/10), bahwa tiga orang telah tewas minggu ini dalam serangan di bandara Riyadh dan bandara Abha di barat daya.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...