5 Tips Agar Pengajuan Klaim Asuransi Berhasil Diterima
ZIGI – Asuransi jadi barang penting di era sekarang karena bisa memberikan perlindungan ketika kita sakit atau mengalami musibah lainnya. Namun pada beberapa kasus, klaim asuransi gagal diajukan karena pemegang polis tidak memperhatikan syarat dan ketentuan yang sudah disepakati.
Akibatnya pengguna asuransi justru merugi karena premi rutin dibayar tiap bulan. Agar kejadian yang sama tidak menimpa kamu, ada 5 tips agar klaim asuransi mendapat persetujuan dari perusahaan. Apa saja? Simak langkah lengkapnya di bawah ini.
Baca juga: 4 Jenis Asuransi yang Dibutuhkan Mahasiswa
Pentingnya Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa
Asuransi kesehatan dan asuransi jiwa punya manfaat besar, terutama untuk melindungi nasabah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Asuransi kesehatan meringankan pengguna seandainya harus membeli berbagai macam obat-obatan, hingga masuk rumah sakit dan mendapat perawatan intensif.
Sementara asuransi jiwa adalah perlindungan bagi keluarga jika pemegang polis asuransi mengalami kematian. Perusahaan asuransi akan memberikan jasa pertanggung jawaban bagi keluarga pemegang polis, sejumlah premi yang dibayarkan.
Nah kombinasi keduanya akan meminimalisasi kerugiaan yang ditanggung oleh pemegang polis. Namun pengajuan klaim harus melalui beberapa prosedur, syarat dan ketentuan yang berlaku. Bahkan jika pengajuan dinilai mencurigakan, pihak asuransi bisa melakukan investigasi.
5 Tips Agar Klaim Asuransi Tidak Ditolak
Klaim asuransi ditolak karena tidak sesuai dengan persyaratan yang diajukan. Biasanya ada terdapat miss komunikasi antara nasabah dan perusahaan asuransi mengenai tata cara pengajuan klaim. Pebisnis Dikky Jolesar memberikan 5 hal yang perlu dicatat agar klaim bisa cair, simak selengkapnya di bawah ini:
- Rutin membayar premi asuransi setiap bulannya. Jika sampai polis lapse (ada penunggakan pembayaran), maka perusahaan berhak menolak klaim yang diajukan karena asuransi dinyatakan hangus. Agar polis lapse tidak terjadi, cara paling mudah adalah membuat sistem autodebet atau menggunakan credit card. Dengan autodebet, rekening akan memotong biaya premi secara langsung tanpa perlu transfer.
- Baca persyaratan masa tunggu dengan baik. Biasanya, perusahaan punya kebijakan berbeda mengenai masa tunggu untuk beberapa kategori penyakit. Misalnya penyakit berat masa tunggunya 1 tahun, artinya selama satu tahun, nasabah tidak bisa mengajukan klaim apa pun. Jadi cek polis sebelum menyetujui asuransi.
- Selanjutnya, nasabah mungkin terlewat ketika mendaftar asuransi, sehingga ada beberapa rider atau produk yang tidak diambil. Menurut penjelasan Dikky, alangkah baiknya untuk mengecek produk yang ditawarkan dalam premi asuransi. Contoh: Anda mengambil asuransi kesehatan untuk penyakit kritis, artinya jika nasabah terkena penyakit tipes dan harus rawat inap, perusahaan bisa menolak klaim karena tipes bukan termasuk penyakit kritis yang tercantum di produk.
- Nasabah diminta untuk jujur saat mendaftar asuransi. Perusahaan berhak mengetahui riwayat kesehatan nasabah sebelumnya. Jika ditemukan ada perbedaan keterangan antara pernyataan kesehatan sebelum mendaftar dan sesudahnya, pihak asuransi punya hak untuk melakukan investigasi.
- Terakhir adalah nasabah melakukan tindakan kriminal, misalnya pengajuan klaim asuransi untuk mencari keuntungan semata sehingga terhitung menipu. Perusahaan tidak hanya berhak menolak, tapi juga bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut dan kasus bisa diserahkan kepada pihak berwenang.
Nah di atas adalah tips agar klaim asuransi bisa diterima oleh perusahaan. Sebelum menyetujui pengajuan asuransi, alangkah baiknya untuk membaca detail polis, produk yang diajukan dan juga harga premi yang dibayarkan.
Baca juga: 5 Jenis Asuransi Sesuai Kebutuhan, dari Kesehatan hingga Rumah
