Tren Impact Investment, Model Bisnis yang Tak Cuma Mencari Keuntungan

Sorta Tobing
26 Agustus 2020, 13:21
Safe forum 2020, katadata safe, impact investment adalah, apa itu impact investment, investasi berdampak
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.
Ilustrasi. Investasi berdampak atau impact investment merupakan skema bisnis yang dapat memberi dampak positif ke masyarakat, di samping mendatangkan keuntungan finansial.

Potensi investasi berdampak atau impact investment sebenarnya sangat besar di Indonesia. Namun, saat ini belum banyak tergarap. Padahal, skema ini dapat memberi dampak positif ke masyarakat, di samping mendatangkan keuntungan finansial.

Melansir dari data Mekar Indonesia, potensi investasi berdampak di sektor energi mencapai US$ 4,44 miliar atau hampir Rp 65 triliun. Di sektor agri bisnis dan perikanan angkanya di US$ 3,15 miliar (Rp 46 triliun). Lalu, sektor perairan potensinya mencapai US$ 2,4 miliar atau Rp 31 triliun.

Total dari tiga sektor itu mencapai Rp 142 triliun. “Memang potensi investasinya besar, tapi belum ada yang masuk ke situ,” kata CEO Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusaputro dalam webinar bertajuk Sustainable Investing Opportunities, Katadata SAFE Forum 2020, Selasa (25/8).

Ia menyebut rendahnya angka investasi berdampak karena adanya anggapan peluang untungnya yang rendah. Selain itu, rencana kontigensi untuk melikuidasi aset atau exit strategi dalam investasi ini dinilai lebih sulit.

Padahal, anggapan itu tak sepenuhnya benar. “Yang bermain di impact dan sustainable fund itu return-nya enggak kalah dengan commercial driven fund,” ucap Eddi.

Rendahnya minat terhadap investasi berdampak dan berkelanjutan juga disebabkan besarnya biaya transaksi. Ada pula risiko yang cukup tinggi. “Kalau commercial finance itu dianggap tidak mau mengambil risiko yang terlalu tinggi,” kata Dewan Direksi The &Green Fund Felia Salim.

Potensi keuntungan dari investasi berdampak dan berkelanjutan, menurut dia, tetap besar. Tak hanya memberi keuntungan, tapi berdampak positif untuk lingkungan dan sosial.

SAFE Forum 2020 : Sustainable Economic Recovery in Indonesia: Opportunities and Challenges
Dewan Direksi The &Green Fund Felia Salim sebagai narasumber dalam SAFE Forum 2020: Sustainable Economic Recovery in Indonesia: Opportunities and Challenges (Adi Maulana Ibrahim|Katadata)

Apa Itu Impact Investment?

Impact investment adalah investasi yang tidak sekadar mencari keuntungan, tapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS) Daniel F Runde menuliskan, istilah investasi berdampak muncul pertama kali dalam salah satu acara Rockefeller Foundation pada 2007.

Model bisnis tersebut, menurut Runde, merupakan wajah baru program investasi tanggung jawab sosial atau socially responsibility investment (SRI) yang banyak dikeluarkan perusahaan besar pada awal 1990-an. Biasanya, perusahaan mengeluarkan dana SRI karena bisnisnya dianggap berbahaya secara sosial, seperti alkohol, tembakau, produksi senjata, dan bahan bakar fosil.

Praktik SRI mendorong investor besar masuk ke dalamnya. Di Amerika Serikat, pada 2015 aset investasi tanggung jawab sosial melebihi US$ 7 triliun, hampir dua kali lipat dari 2012.

Perubahan lalu terjadi pada 2008 ketika terjadi krisis keuangan global terjadi. Krisis ini mengikis kepercayaan publik terhadap kapitalisme dan secara bersamaan banyak orang mempertanyakan kebijakan pemerintah dalam mengatasi tantangan sosial. Dana SRI yang besar ternyata tak serta-merta dapat memecahkan masalah sosial dan lingkungan di dunia.

Halaman:
Reporter: Dimas Jarot Bayu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...