Masjid Seribu Tiang Sempurnakan Filosofi Kota Jambi

Image title
11 Mei 2021, 12:23
ITIKAF MALAM GANJIL
ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.

Istilah “seribu” pada nama sebuah tempat ternyata tak hanya ada di Pulau Jawa, melainkan pula di Provinsi Jambi. Ada Masjid Seribu Tiang di Kota Jambi dengan nama asli Masjid Agung Al-Falah di Jalan Sultan Thaha Syaifuddin No. 60, Kecamatan Legok, Provinsi Jambi.

Rumah ibadah umat Islam ini sebenarnya tidaklah memiliki tiang sebanyak namanya. Lantas, apa yang membuat masjid ini dijuluki masjid seribu tiang?

Masjid Agung Al - Falah mempunyai tiang sejumlah 232 tiang. Adapun, bentuk tiang dari masjid ini terbagi menjadi dua. Tiang pertama berukuran kecil. Tiang berukuran kecil ini menjadi penyangga sekeliling atap masjid pada bagian luar. Lalu tiang yang kedua, merupakan tiang berwarna keemasan yang menjadi penopang masjid bagian tengah.

Menurut sejarah, ide pembangunan Masjid Agung Al-Falah ada sejak 1960-an. Digagas oleh pemerintah Kota Jambi, bersama tokoh-tokoh Islam yang ada. Meskipun ide pembangunannya telah muncul pada tahun 1960-an, tetapi pembangunan Masjid Agung Al-Falah baru dimulai pada 1971.

Adapun alasan didirikannya masjid tersebut di lokasi bersejarah ialah demi menyelaraskan dengan lambang kota Jambi. Sebab pada lambang Kota Jambi terdapat sebuah gambar masjid. Kawasan Masjid Al-Falah dulunya merupakan pusat Kerajaan Melayu Jambi. Pada 1885, kawasan ini dikuasai oleh penjajah Belanda. Oleh Belanda, kawasan ini dijadikan benteng sekaligus pusat pemerintahan.

Masjid Agung Al-Falah diresmikan pada 1980. Adapun yang meresmikan masjid bersejarah ini adalah Presiden RI Ke - 2, Soeharto. Masjid yang menjadi kebanggaan masyarakat Jambi ini dibangun di atas lahan dengan luas kurang lebih 26.890 meter persegi. Dengan kata lain, masjid ini dibangun pada area sekitar 2,7 hektare. Untuk luas bangunan masjidnya sendiri adalah 6.400 meter persegi, berukuran 80 x 80 meter. Dengan area dan bangunan seluas itu, Masjid Agung Al-Falah dapat menampung jamaah sebanyak 10 ribu orang sekaligus.

Semenjak pembangunan awalnya, Masjid Seribu Tiang tetap dipertahankan arsitekturnya sesuai bentuk awal. Jika ada renovasi, maka hanya berupa penambahan ukiran di bagian mihrab imam, dengan tidak merubah bentuk awal masjid.

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...