275 Perawat Tertular Covid-19 Sepanjang 2022, Mayoritas Gejala Ringan
Covid-19 varian Omicron turut menginfeksi tenaga kesehatan. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat, ada ratusan perawat yang tertular virus corona selama 1 Januari-15 Februari 2022.
Ia mengatakan, sebagian besar perawat yang tertular tidak memiliki gejala (OTG) dan bergejala ringan. Meski begitu, tidak ada laporan tenaga kesehatan yang meninggal saat Covid-19 gelombang tiga.
"Ada 275 perawat yang melaporkan terpapar," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadilah saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (15/2).
Sebelumnya, Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban juga mengatakan semakin banyak jumlah dokter yang terinfeksi corona. "Benar. Semakin banyak yang tertular Covid-19," kata Zubairi, Sabtu (12/2).
Hasil pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes pada 30 Januari-5 Februari 2022 pada 9.161 staf RS vertikal menunjukan 9% staf positif corona. Rasio positif tertinggi berada di RS Ketergantungan Obat Jakarta, yaitu 63%.
Kemudian rasio positif di RSUP Fatmawati Jakarta sebesar 41%, RSPI Sulianti Saroso 40%, dan RS Jantung Harapan Kita 39%. Sementara, positive rate di RS Paru Rotinsulu Jawa Barat sebesar 40% dan RSJ Radjiman Lawang Jawa Timur 50%.
Dengan situasi tersebut, Kementerian Kesehatan meminta tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19 OTG melayani telemedisin. Hal ini lantaran banyak dokter dan tenaga kesehatan lain yang tertular Covid-19 di tengah penyebaran varian Omicron.
"Perlu juga pelibatan dokter/tenaga kesehatan yang sedang menjalankan isolasi mandiri tanpa gejala dalam pelayanan melalui telemedisin atau memberikan telekonsultasi pada staf atau pasien," demikian tertulis dalam keterangan pers, dikutip Senin (14/2).
Hal ini dilakukan di tengah peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron yang berdampak pada peningkatan positive rate di tenaga kesehatan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan kondisi kekurangan hingga krisis tenaga kesehatan.
"Upaya ini kami harapkan segera dipersiapkan oleh setiap kepala dinas kesehatan provinsi/kabupaten dan direktur rumah sakit,” kata Juru Bicara Vaksin Covid-19 Siti Nadia Tarmizi.
