Dituding Turun ke Bawah untuk Cari Popularitas, Ini Kata Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir membantah tudingan aktivitas para menteri termasuk dirinya akhir-akhir ini dengan banyak turun ke daerah sebagai upaya mencari popularitas.
Hal itu dikatakannya menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, yang menyebutkan ada menteri menggunakan jabatan demi kepentingan pribadi, mencari cuan dan popularitas dengan menyalahgunakan jabatan.
“Saya rasa semua menteri turun ke bawah, kalau misalnya Menteri Kesehatan turun ke desa bicara mengenai vaksin, booster, mengenai hepatitis akut, (apakah) salah?” katanya setelah bertemu dengan pelaku usaha UMKM di Majalengka, Jawa Barat, Jumat (13/5).
Erick melanjutkan,”Menteri BUMN turun ke pesantren bicara tentang bagaimana bank syariah, bagaimana ekonomi umat harus ditingkatkan, (apakah) salah?”.
Lalu, kata dia, Menteri BUMN turun ke desa untuk membicarakan program BUMN, yaitu PNM Meekar. “Sekarang ibu-ibu (yang terlibat di PNM Meekar) jumlahnya 12,7 juta, (apakah) salah? Petani-petani juga ikut Program Makmur, (aoakah) salah?”.
Menurut Erick, Kementerian BUMN bekerja sama dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dan sekarang Menteri Pertanian juga sedang turun ke lapangan agar distribusi pupuk dan bibit bisa lebih baik.”(Apakah) Mentan (juga) salah?”
Pernyataan tersebut disampaikan Erick menanggapi Fahri Hamzah, bekas anggota DPR, yang meminta Presiden Joko Widodo (Joko Widodo) memecat menteri yang menunjukkan gelagat ingin mengikuti kontestasi Pilpres 2024 dengan memulai kampanye. Fahri menyinggung menteri tersebut sebagai “pedagang” pencari cuan.
Fahri meminta menteri yang menggunakan jabatan demi kepentingan pribadi untuk mundur. Dia mengaku miris dengan menteri yang mencari cuan dan popularitas padahal kabinet tengah babak belur karena diterpa pandemi.
"Secara umum, semua menteri yang punya konflik kepentingan baik pribadi maupun jabatan sebaiknya mengundurkan diri. Kabinet ini babak belur padahal masih 2,5 tahun. Saat krisis menghadang tapi menteri pada cari 'cuan' dan popularitas. Akhirnya presiden menanggung beban sendiri!," kata Fahri dalam keterangannya, seperti dikutip Detik, Kamis (12/5).
Menurut Erick Thohir, Menteri memang bertugas turun ke bawah untuk mensosialisasikan program Presiden Jokowi ke masyarakat. “Saya rasa kita kembali jangan berpikiran sempit, karena kami ini pembantu presiden,” kata dia.
Dia menambahkah, Presiden menugaskan para Menteri di semua kementerian untuk menyampaikan program-program Presiden kepada rakyat. “Kami ditugaskan untuk memastikan program ini jalan,” katanya. “Jadi konteksnya seperti itu, jangan kita terbelenggu dengan fitnah-fitnah, dengan tadi saling mencela,” katanya.
(Tim Riset Katadata)
