Survei Praxis: 62% Orang Percaya Debat Pengaruhi Suara di Pemilu 2024

Ameidyo Daud Nasution
4 Agustus 2023, 16:49
survei, praxis, debat
Katadata
Foto: Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis survei elektabilitas calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Debat terbuka dianggap menjadi salah satu metode yang bisa memengaruhi responden menjelang Pemilihan Umum 2024. Hal tersebut terlihat dalam survei yang dilakukan agensi hubungan masyarakat, Praxis pada 14 hingga 17 Juli 2023.

Survei yang bertajuk 'Persepsi Masyarakat Terhadap Pemilu 2024 dan Korelasinya terhadap Pertumbuhan Ekonomi' itu dilakukan kepada 1.108 responden pada usia 17 hingga 45 tahun.

Dari hasil survei, sebanyak 62,6% responden memilih debat terbuka sebagai kegiatan kampanye yang memengaruhi preferensi mereka dalam Pilpres 2024. Sementara, dukungan politik/endorsement berada di urutan terakhir (12,2%).

"Kami ingin menggali lebih dalam mengenai persepsi masyarakat dan Pemilu 2024 dan hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi," kata Director of Public Affairs Praxis PR dan Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia (PAFI) Sofyan Herbowo dalam keterangan tertulis, Jumat (4/8).

Survei juga menunjukkan, sebanyak 53% responden tak puas akan tingkat kesetaraan pendapatan saat ini. Adapun, lebih dari sepertiga responden ragu Pemilu berdampak nyata kepada perekonomian.

Selain itu, hasil penjaringan opini menunjukkan 73,2% responden menganggap ketersediaan lapangan kerja menjadi indikator paling penting. Sedangkan 71,8% menganggap kemudahan akses ke layanan dasar menjadi indikator penting lainnya.

"Sedangkan meningkatnya perdagangan internasional berada di urutan terakhir (25%)," demikian penjelasan Praxis dalam keterangan tertulis.

Responden juga menyoroti alasan mereka untuk mencoblos pada tahun depan. Sebanyak 56,5% akan memilih agar hak pilih mereka tak disalahgunakan pihak yang tak bertanggung jawab.

"Sedangkan tidak menginginkan salah satu pasangan capres dan cawapres menang berada di urutan terakhir (7,49%)," demikian dalam keterangan Praxis.

Perbankan juga menanggapi hasil survei Praxis. Head of Research DBS Group Maynard Arif mengatakan investor saat ini cenderung menunggu untuk berinvestasi hingga kepastian capres dan cawapres diumumkan.

Meski demikian, ia melihat peluang lain dari Pemilu 2024. Salah satunya dari konsumsi masyarakat yang kemungkinan meningkat di tahun politik.

"Karena banyak pelaku bisnis yang memberikan promosi pada momentum pemilu," kata Maynard.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) August Mellaz mengatakan temuan tersebut menunjukkan survei tersebut menunjukkan pemilih memiliki kesadaran untuk menggunakan hak pilih.

"Para pemimpin juga menyiapkan kampanye sehat yang berfokus pada kualitas program yang berguna bagi kehidupan masyarakat," kata August.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...