TGUPP Jadi Ramai Lagi Usai Anies Singgung Ordal, Diisi Orang Dalam?

Ameidyo Daud Nasution
18 Desember 2023, 16:25
Capres nomor urut satu Anies Baswedan menyampaikan visi misinya dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat perdana tersebut mengangkat topik pemerintahan, hukum HAM, pemberantasan korupsi, penguatan dem
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/YU
Capres nomor urut satu Anies Baswedan menyampaikan visi misinya dalam debat perdana Capres dan Cawapres 2024 di Gedung KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat perdana tersebut mengangkat topik pemerintahan, hukum HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, serta peninngkatan layanan publik dan kerukunan warga.

Persoalan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) menjadi pembahasan lagi. Ini setelah calon presiden nomor urut 1 Anies menyentil pasangan capres dan cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka soal orang dalam (ordal).

Awalnya, Anies menyinggung soal ordal dalam kaitannya dengan putusan Mahkamah Konstitusi soal putusan batas usia cawapres. Hal tersebut direspons Tim Kampanye Nasional (TKN) hingga Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud.

Wakil Ketua TKN Ahmad Muzani mengatakan Anies justru mempraktikkan orang dalam saat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Sedangkan Jubir TPN Ruhut Sitompul mengatakan Anies menunjuk orang-orang dekatnya untuk mengisi jabatan TGUPP.

Adapun, Juru Bicara Timnas AMIN, Billy David Nerotumelina mengatakan tim TGUPP dan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan orang dalam.

"Bisa dicek apakah ada yang dibantu untuk masuk, atau ada yang harus bayar kepada oknum dalam," kata Billy pada Minggu (17/12) dikutip dari Antara.

Namun, apa itu TGUPP yang bikin ramai karena tudingan orang dalam?

TGUPP merupakan tim untuk membantu gubernur dalam menjalankan tugas. Tim ini awalnya dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Nomor 187 Tahun 2017.

Tugas tim tersebut untuk mengkaji kebijakan gubernur, memberi saran, menggali aspirasi masyarakat, melakukan pengawasan dan pendampingan, hingga memantau dan mengawasi penganggaran.

Tim ini terdiri dari Bidang Ekonomi dan Percepatan Pembangunan, Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi, Bidang Respons Strategis, serta Bidang Pengelolaan Pesisir.

Sebenarnya, TGUPP sudah ada sejak era Gubernur Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama. Meski demikian, jumlah tim anggota tim ini pada era Anies Baswedan membludak jadi 73 orang.

Sebagai perbandingan, anggota TGUPP era Jokowi hanya 7 orang. Jumlahnya meningkat jadi 9 orang pada era pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama.

Salah satu anggota TGUPP era Anies adalah mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto. Bambang merupakan juru bicara sekaligus Dewan Pakar Tim Pemenangan Anies dan Sandiaga Uno pada Pemilihan Gubernur DKI 2017 lalu.

Bambang widjoyanto
Bambang widjoyanto (Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA)

Bambang mundur dari posisinya pada 2022. Alasannya, ia menghindari potensi konflik kepentingan karena menjadi kuasa hukum Mardani H Maming.

Nama lain yang sempat bergabung adalah Rikrik Rizkiyana. Rikrik sebelumnya anggota tim sinkronisasi tim Anies usai memenangkan Pilgub 2017. Meski demikian, pengacara tersebut mundur menjelang Pemilihan Gubernur dan menjadi tim hukum Prabowo Subianto.

Nama lainnya adalah mantan Wakil Kepala Polri Komjen Pol. (Purn) Oegroseno, Nursyahbani Katjasungkana, Tatak Ujiyati, hingga Muhammad Yusuf. Tatak Ujiyati saat ini menjadi juru bicara Timnas Amin. 

Tim ini dibubarkan saat Heru Budi Hartono menjabat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta. Heru mengandalkan dinas yang telah ada untuk memaksimalkan pekerjaan yang dulunya dikerjakan TGUPP.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...