PKB Belum Tentukan Sikap Soal jadi Oposisi Usai Pilpres 2024
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum menentukan sikap apakah mereka akan bergabung dengan koalisi pemerintah atau menjadi oposisi. Saat ini, mereka masih fokus mengawal rekapitulasi suara.
"Sampai sekarang DPP PKB belum berpikir bagaimana langkat terkait koalisi atau apapun," kata Ketua Fraksi PKB DPR Cucun Ahmad Sjamsurijal di Jakarta, Minggu (18/2) dikutip dari Antara.
Cucun mengatakan pembicaraan soal sikap partai aka dibahas dalam rapat internal. Mereka juga akan membicarakan arah politik ke depan dengan Tim Nasional Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
"Itu akan ditentukan bukan oleh (diri) sendiri, tapi melalui rapat struktur yang resmi," katanya.
PKB merupakan bagian dari koalisi Anies-Muhaimin bersama Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat. Berdasarkan hasil penghitungan sementara di Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan tersebut baru mendapatkan 24,4% suara, tertinggal dari Prabowo-Gibran yakni 57,9% suara.
Sedangkan, untuk penghitungan suara legislatif DPR, PKB hingga sore ini mendapatkan 10,9% suara. Angka tersebut menempatkan PKB di bawah PDI Perjuangan, Golkar, dan Gerindra.
Sebelumnya, Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno dalam wawancara dengan Bloomberg mengatakan mereka ingin membentuk koalisi gemuk seperti pemerintahan Jokowi. Oleh sebab itu mereka bakal menggandeng PDIP, PKB, PKS, dan Nasdem untuk bergabung dengan Prabowo-Gibran.
Koalisi ini diperlukan untuk merealisasikan program-program Prabowo - Gibran. Salah satunya, mereka berencana memangkas subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendanai program makan siang gratis bagi anak-anak dan ibu hamil. Program ini merupakan janji kampanye Prabowo dalam proposal kebijakan pertamanya.
