Prabowo Targetkan Swasembada Beras dan Jagung di 2026

Muhamad Fajar Riyandanu
23 Januari 2025, 10:52
Anggota kelompok tani Tegal Rejo memetik jagung saat memanen jagung bersama di kawasan Mugirejo, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2024). Panen jagung varietas Jakaring untuk pakan ternak pada lahan bekas tambang batu bara seluas dua hektare terseb
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Anggota kelompok tani Tegal Rejo memetik jagung saat memanen jagung bersama di kawasan Mugirejo, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (18/12/2024). Panen jagung varietas Jakaring untuk pakan ternak pada lahan bekas tambang batu bara seluas dua hektare tersebut sebagai keberlanjutan produksi jagung pakan lokal.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada beras, jagung, dan garam akan tercapai paling lambat pada 2026. 

"Kita tidak boleh bergantung kepada sumber di luar negeri. Sudah berkali-kali saya tekankan itu," kata Prabowo saat memberikan arahan pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (22/1).

Prabowo memandang, kemandirian pangan di tengah situasi krisis global saat ini penting. Menurutnya, setiap negara akan berusaha melindungi dan mempertahankan kekuatan pangan domestiknya.

"Dalam krisis dunia, tidak ada negara yang akan mengizinkan pangan kuat dari negaranya," ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan produksi beras dan jagung domestik pada tahun ini akan meningkat hingga 50%.

Dia memprediksi produksi gabah pada Januari-Februari 2025 bakal meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ia memperkirakan panen gabah pada Januari 2025 bisa mencapai 1,3 juta ton, naik dari 0,35 juta ton pada Januari 2024.

Sementara produksi gabah pada Februari 2025 diprediksi mencapai 2,08 juta ton, meningkat dari 0,8 juta ton secara tahunan.

"Jadi produksi kita akan jauh lebih besar daripada tahun lalu," kata Zulhas seusai sidang kabinet paripurna.

Dia juga menyatakan bahwa produksi jagung dalam negeri juga mengalami peningkatan signifikan. Zulhas menyebut total produksi jagung tahun ini mencapai 20 juta ton, melebihi kebutuhan dalam negeri yang berada di kisaran 11 juta ton. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengaku kesulitan mencari tempat penampungan padi dan jagung hasil panen tahun ini.

"Pemerintah sedang bingung karena kapasitas industri pabrik kita tidak akan cukup menampung hasil produksi tahun ini," ujar Zulhas.

Lebih jauh, Zulhas menegaskah hasil panen padi dan jagung tahun ini akan mencukupi kebutuhan pangan domestik, sehingga dapat menekan porsi impor. Pemerintah juga telah menyusun strategi untuk menjaga harga jagung tetap tinggi di tengah menjamurnya pasokan dalam negeri. Satu di antaranya yakni menugaskan Bulog untuk membeli jagung dari petani.

"Kementerian Pertanian dan Bulog membeli hasil produksinya petani. Kalau tidak maka harganya akan hancur," kata Zulhas.

Zulhas juga menyampaikan bahwa Prabowo telah menyetujui keputusan untuk meningkatkan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dan harga acuan pembelian (HAP) jagung masing-masing sebesar Rp 500 per kilogram (kg).

Dengan kebijakan ini, HPP gabah ditetapkan menjadi Rp 6.500 per kg, sementara HAP jagung menjadi Rp 5.500 per kg. Pemerintah juga akan menyerap seluruh produksi gabah dan jagung dari petani dengan harga yang telah ditentukan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...