Prabowo Lantik Mantan Anggota Tim Mawar Nugroho Sulistyo jadi Kepala BSSN

Ameidyo Daud Nasution
19 Februari 2025, 16:01
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Youtube/Sekretariat Presiden
Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi saat pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (19/2). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden

Ringkasan

  • Presiden melantik Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala BSSN, menggantikan Letjen (Purn) Hinsa Siburian.
  • Wakil Kepala BSSN dilantik kepada Pratama Dahlian Persadha, praktisi teknologi informasi yang berkarier di BSSN sejak masih bernama Lembaga Sandi Negara.
  • Nugroho adalah lulusan Akademi Militer tahun 1991 dan pernah bertugas di Kopassus, termasuk Tim Mawar yang terlibat dalam penculikan aktivis.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo resmi melantik Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Nugroho menggantikan Letjen (Purn) Hinsa Siburian yang menjabat sejak 2019.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Presiden dan dilanjutkan pembacaan sumpah. Nugroho lalu membacakan sumpah yang dibacakan Prabowo.

"Bahwa saya, akan menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Nugroho saat membacakan sumpah jabatan.

Selain itu, Prabowo juga melantik Pratama Dahlian Persadha sebagai Wakil Kepala BSSN. Ia merupakan praktisi teknologi informasi yang lama berkarir di BSSN sejak masih bernama Lembaga Sandi Negara.

Nugroho sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Utama Badan Intelijen Negara (BIN) pada 2024. Sebelum itu, ia adalah Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Politik Kementerian Pertahanan pada periode 2020-2024.

Nugroho merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1991. Jenderal kelahiran tahun 1967 itu pernah bergabung dalam pasukan elite Angkatan Darat yakni Korps Pasukan Khusus (Kopassus).

Selama bergabung dalam korps baret merah, ia pernah tergabung dalam Grup IV yakni Tim Mawar. Nama tim ini mencuat atas keterlibatannya dalam penculikan aktivis pro demokrasi.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...