Utusan PBB Retno Marsudi Ungkap Tantangan Besar: Permukaan Laut Naik 20 Cm

Image title
26 Maret 2025, 21:04
air, pbb, retno marsudi
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Isu Air, Retno Marsudi
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Isu Air, Retno Marsudi mengatakan, air merupakan elemen penting untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan  atau sustainability development goals (SDGs). Namun, ada tiga tantangan dunia terkait air.

 Ia mengatakan, tiga tantangan tersebut adalah pasokan air yang berlebihan, kekurangan, hingga kondisi air yang tercemar akibat polusi. Selain itu, permukaan air laut juga terus meninggi.

 “Terlalu banyak (air), banjir, di tahun 2023, data PBB mencatat 32 juta orang yang kena dampak banjir dalam satu tahun saja. (Sebanyak) 680 juta orang yang tinggal di zona pesisir, terancam naiknya permukaan air laut," ujar Retno dalam peringatan Hari Air Sedunia, di Jakarta, Rabu (26/3).

Retno mengatakan, dari sisi kekurangan air dunia telah kehilangan 903 ton air atau yang terbesar dalam 50 tahun terakhir karena hilangnya gletser. Gletser merupakan salah satu sumber utama air tawar di dunia.

Kondisi tersebut menyebabkan naiknya permukaan laut hingga 20 centimeter (cm) atau lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode 1900.

Sementara itu, permasalahan lainya adalah terkait dengan kekeringan. Pada tahun 2023, terdapat 29,4 juta orang menerima ancaman serius kekeringan dan 700 juta orang berisiko harus mengungsi.

 “Dan di tahun 2050, 3 per 4 penduduk dunia akan terdampak oleh kekeringan,” ujarnya.

 Retno mengatakan, polusi air juga menjadi perhatian utama. Ia mengatakan sebanyak 3 miliar penduduk duniahidup dalam risiko akibat air yang terkontaminasi.

“Itu tantangan juga besar yang dialami oleh air di seluruh dunia. Tidak saja di Indonesia tapi di seluruh dunia,” katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Djati Waluyo

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...