Hanya Naik 5%, Kemenhub Evaluasi Diskon Tarif Pesawat Periode Lebaran 2025

Mela Syaharani
24 April 2025, 10:00
kemenhub, diskon tarif pesawat, lebaran 2025
ANTARA FOTO/Muhammad Mada/YU
Sejumlah penumpang berjalan menaiki pesawat di Bandara Internasional Lombok, di Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (19/3/2025). Menurut Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kebutuhan kapasitas angkutan udara pada periode Angkutan Lebaran 2025 telah tercukupi, di mana dari proyeksi jumlah penumpang yang ada dibutuhkan 325 armada pesawat udara, sementara saat ini tersedia 404 armada yang siap beroperasi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana mengevaluasi kebijakan diskon tiket pesawat yang diterapkan pada periode penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April 2025. Evaluasi ini dilakukan berdasarkan data Injourney yang mengelola 37 bandara di Indonesia, jumlah peumpang saat periode diskon tarif hanya naik 5%.

“Itu menjadi bahan evaluasi kami, tapi (meskipun 5%) berarti ada peningkatan. Menunjukkan ada animo masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi saat ditemui di DPR RI, Rabu (24/4).

Dudy menyebut penerapan diskon di momentum ke depan belum bisa dipastikan. Dia juga mempertimbangkan diskon tarif ini akan diumumkan lebih awal, harapannya agar mencapai hasil yang lebih baik. 

“Kami akan melihat lagi, penurunan tiket pesawat kan harus berkoordinasi dengan banyak pihak. Jadi banyak komponen di dalamnya,” kata Dudy.

Berdasarkan laporan harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025, pergerakan penumpang angkutan udara domestik pada 24 Maret 2025 atau H-7 mencapai 200.401 penumpang, meningkat 7,7% dibandingkan momen Idulfitri 2024. 

Secara kumulatif, total penumpang domestik dari 21 Maret hingga 24 Maret 2025 atau H-10 hingga H-7 mencapai 722.439 penumpang, meningkat 9,3% dibandingkan masa mudik tahun lalu.

“Penurunan harga tiket telah membantu meningkatkan aksesibilitas penerbangan bagi pemudik, yang berdampak pada kenaikan jumlah penumpang angkutan udara secara signifikan,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Budi Rahardjo dalam siaran pers, dikutip Rabu (26/3).

“Memang penurunan harga tiket sudah diumumkan dan berlaku, tapi dampaknya terhadap pemesanan masih belum tinggi,” kata Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi, dalam konferensi pers di Kementerian BUMN pada Kamis (6/3).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...