Prabowo Bertemu Chaebol Konglomerat Korea, Bahas Tambahan Investasi Rp28,9 T

Muhamad Fajar Riyandanu
28 April 2025, 15:28
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan asosiasi perusahaan Korea Selatan (Korsel) atau Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (28/4).
Katadata/Ryandanu
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan asosiasi perusahaan Korea Selatan (Korsel) atau Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (28/4).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan asosiasi perusahaan Korea Selatan (Korsel) atau Federation of Korean Industries (FKI) di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (28/4). Konglomerat Korsel atau dikenal istilah chaebol tersebut berkomitmen untuk menambahkan besaran investasi senilai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun ke dalam proyek strategis.

Pertemuan berdurasi hampir tiga jam itu diharapkan dapat mempererat hubungan ekonomi serta meningkatkan peluang kerja sama investasi antara Indonesia dan Korsel di berbagai sektor strategis.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ada 19 perusahaan Korsel yang menemui Presiden Prabowo hari ini. Airlangga mengatakan belasan pelaku industri asal Korsel itu telah menanamkan modalnya ke Indonesia senilai US$ 15, 4 miliar atau sekitar Rp 259,5 triliun.

Ketua Umum Partai Golkar 2017-2024 itu melanjutkan, sejumlah konglomerat Korsel tersebut juga berkomitmen untuk menambahkan besaran investasi senilai US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 28,6 triliun ke dalam proyek strategis.

"Perusahaan Korea mengapresiasi Bapak Presiden yang secara terbuka dan mendengar satu per satu. Itu membuat mereka mengapresiasi keterbukaan pemerintah di Indonesia," kata Airlangga dalam konferensi pers setelah pertemuan.

FKI beranggotakan 420 perusahaan besar Korea Selatan. Antara lain Lotte, Hyundai Motor Group, Samsung Electronics, LG, Samyang, Poongsan, Hanwha Group, hingga DB Group.

Selain itu, perusahaan manufaktur baja yakni Posco dan perusahaan sektor layanan keuangan perbankan, asuransi, dan investasi KB Financial Group juga ikut menjadi rombongan konglomerat Korsel yang menemui Prabowo kali ini.

Rombongan perusahaan Korsel kali ini dipimpin oleh Kepala Lotte Group, Shin Dong-bin. Ia menjadi pimpinan delegasi pengusaha Korsel selama mengunjungi Indonesia pada 28-29 April.

FKI berencana memanfaatkan kunjungan ke Indonesia kali ini sebagai kesempatan untuk membangun jaringan dengan pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo yang dilantik pada Oktober tahun lalu.

Kepala Divisi Hubungan Internasional FKI, Kim Bong-man mengatakan hubungan bilateral antara Korsel dan Indonesia belum mengambil langkah resmi di bawah pemerintahan Indonesia yang baru.

"Tujuan delegasi ini adalah membuka jalan untuk memperluas kerja sama sektor swasta melalui upaya bersama oleh kelompok bisnis dan perusahaan," kata Kim Bong-man, sebagaimana diberitakan oleh The Korea Times pada Minggu, 20 April lalu.

FKI mengatakan Indonesia merupakan mitra dagang utama Korsel di kawasan Asia Tenggara berkat populasi terbesar keempat di dunia yang mencapai 282 juta orang dan cadangan nikel terbesar. FKI mencatat perdagangan bilateral dua negara mencapai US$ 20,5 miliar atau sekitar Rp 345,5 triliun pada tahun lalu. Catatan ini menjadikan Indonesia sebagai mitra dagang terbesar ke-13 Korsel.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...