GIZ dan Goethe-Institut Teken MoU Pembekalan PMI, Ada Peluang Bekerja di Jerman
Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Goethe-Institut menandatangani nota kesepahaman atau MoU untuk saling melengkapi pembekalan calon pekerja migran Indonesia yang akan berkarier di Jerman.
Penandatangan MoU oleh Direktur GIZ untuk Indonesia & ASEAN, Hans-Ludwig Bruns dan Direktur Regional Goethe-Institut untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru, Constanze Michel.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding dan Duta Besar Jerman untuk Indonesia H.E. Ina Lepel menyaksikan penandatanganan itu.
Karding mengatakan terdapat tiga poin dukungan pada pemerintah dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut.
"Pertama pelatihan, yang kedua pengalaman profesional, yang ketiga, membantu dengan asistensi yang terkait dengan tim dan kerjasama," kata Karding di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (19/6).
Karding mengungkapkan saat ini terdapat 1,7 juta permintaan pekerjaan dari luar negeri, tapi hanya 297 ribu pekerja migran Indonesia di luar negeri. Pemerintah menargetkan menjadi 400 ribu pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.
Pekerja migrain yang tertarik ke Jerman, kata Karding, perlu memenuhi persyaratan dengan standar yang sangat ketat. "Standar bahasa, standar skill, san yang lainnya," katanya.
Ia menuturkan, mayoritas pekerja migran Indonesia yang berangkat ke Jerman berada di bidang keperawatan. Karding mengungkapkan, upah dari pekerja di bidang itu mencapai Rp 30 juta per bulan.
"Jerman ini standarnya bagus, terutama untuk keamanan, kompetensi itu sangat baik. Jadi di kontrak kerjanya itu semua sudah di-cover, termasuk asuransi, jam kerja, segalanya dan salary-nya sangat baik," kata Karding.
Angkatan Kerja Bertambah 4 Juta orang per tahun
Jumlah angkatan kerja di Indonesia saat ini 152,2 juta pekerja yang terus bertambah empat juta orang setiap tahun. Penambahan angkatan kerja seiring Indonesia mendapatkan bonus demografi.
“Setiap tahun bertambah 4 juta karena bonus demografi," kata Karding di Hotel Hilton, Bandung, Jawa Barat, Kamis (19/6).
Karding mengatakan kementerian yang dipimpinnya mendapat tugas dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengirim tenaga kerja ke luar negeri dengan kualifikasi terampil, dengan kualitas yang baik.
Mengejar permintaan itu, Karding menyebut Kementerian P2MI mengadakan sejumlah program. Salah satunya, saat ini telah dilakukan perluasan pemetaan pasar kerja luar negeri.
"Jadi kami petakkan pasarnya, kami petakkan sektornya, kami petakkan pekerjaannya. Dari situlah kemudian kita bisa menyiapkan sesuai dengan kluster kebutuhan negara bersangkutan," kata dia.
