Profil Marwan al-Sultan, Direktur RS Indonesia Gaza yang Gugur Diserang Israel

Ade Rosman
3 Juli 2025, 13:16
Gaza, dokter, israel
Instagram/Anis Matta
Dokter Marwan Al-Sultan. Foto: Instagram/Anis Matta
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Direktur Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Marwan al-Sultan, beserta keluarganya meninggal dunia setelah apartemen tempat mereka tinggal diserang pasukan Israel pada Rabu (2/7).

Dalam catatan Healthcare Workers Watch (HWW), sebuah organisasi medis Palestina, Marwan menjadi petugas kesehatan ke-70 yang terbunuh oleh serangan Israel dalam 50 hari terakhir.

“Pembunuhan Dr. Marwan al-Sultan oleh militer Israel merupakan kerugian besar bagi Gaza dan seluruh komunitas medis, dan akan berdampak buruk pada sistem perawatan kesehatan Gaza,” kata Direktur HWW, Muath Alser, dilansir dari The Guardian.

Ucapan bela sungkawa juga disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. Lewat sebuah unggahan di akun Instagramnya, Anis mengucapkan duka cita atas wafatnya Marwan al-Sultan.

"Dr. Marwan dan keluarganya bertahan hingga titik darah penghabisan, di tempat perjuangan yang telah berulang kali dibom dan dihancurkan," kata Anis di akun Instagramnya, Kamis (3/7).

Semoga Allah SWT mencatat pahala dan syahidnya almarhum berserta keluarganya. Dan kita yang ditinggalkan mendapatkan inspirasi untuk melanjutkan dukungan kita terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Marwan al-Sultan merupakan kardiolog senior yang memimpin Rumah Sakit Indonesia di Gaza, menyediakan layanan penting bagi ribuan pasien, khususnya pasien jantung.  Selama eskalasi konflik, Marwan al-Sultan dikenal sebagai "sumber informasi vital".

Beberapa kali, Marwan al-Sultan memberikan keterangan kepada media mengenai korban serangan Israel ke Gaza. Belum lama ini, al-Sultan berbicara tentang situasi kritis yang dihadapi RS Indonesia saat mereka berjuang mengatasi banyaknya korban sipil setelah meningkatnya serangan Israel pada bulan Mei.

"Situasi di dalam rumah sakit sangat buruk,” kata al-Sultan.

Marwan al-Sultan merupakan salah satu sosok kunci di balik berdirinya RS Indonesia di Gaza. Rumah sakit ini merupakan fasilitas kesehatan yang didanai donasi dari sejumlah organisasi Indonesia. RS Indonesia diresmikan Jusuf Kalla yang saat itu menjadi Wakil Presiden pada 9 Januari 2016.

Direktur RS al-Shifa di Gaza, Dr Mohammed Abu Selmia terkejut atas kematian dokter al-Sultan. Ia mengatakan koleganya tersebut adalah satu dari dua ahli jantung yang tersisa di Gaza.

"Ribuan pasien jantung akan menderita akibat pembunuhannya," kata Abu Selmia.

Diperkirakan masih ada ratusan lagi petugas kesehatan dari Gaza yang masih ditahan Israel, yang dilaporkan telah disiksa, dipukuli, dan ditahan tanpa dakwaan.

Medglobal, sebuah LSM medis berbasis di AS yang menyediakan layanan dan perawatan medis di Gaza, mengatakan meyakini lebih dari 300 staf medis berada di penjara Israel.



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...