Polisi Selidiki Kasus 3 Orang Tewas di Pesta Rakyat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi

Tia Dwitiani Komalasari
19 Juli 2025, 10:55
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers usai mengunjungi pasien korban pesta rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025) malam.
Antara/Feri Purnama
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan pers usai mengunjungi pasien korban pesta rakyat di RSUD dr Slamet Kabupaten Garut, Jumat (18/7/2025) malam.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto menyatakan sedang mendalami insiden tiga orang tewas dalam rangkaian acara pernikahan Anak Dedi Mulyadi, Maula Akbar, dan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat.  Korban tewas adalah dua warga sipil dan satu anggota kepolisian.

"Itu (insiden) kami sedang dalami," kata Yugi Bayu saat ditanya wartawan terkait proses hukum atas tragedi tiga orang tewas dalam acara Pesta Rakyat di Pendopo Garut, Jumat malam (18/7).

Ia menuturkan kepolisian akan mengevaluasi dan melakukan pendalaman terkait peristiwa di Pendopo tersebut. Terkait panitia penyelenggara kegiatan pesta tersebut, kata dia, juga akan didalami oleh kepolisian.

"Kami pastikan akan melaksanakan evaluasi dan kami akan dalami," katanya.

yugi mengatakan mengatakan kepolisian sebelumnya sudah melakukan persiapan dengan menggelar apel gabungan dari unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan juga Brimob untuk melakukan pengamanan di kawasan tempat diselenggarakannya kegiatan tersebut.

Seluruh personel gabungan yang berjumlah 400 personel itu, kata dia, disebar ke sejumlah titik untuk mengamankan lokasi dan juga masyarakat yang datang ke acara.

"Jadi setelah kami melaksanakan apel, kami tempatkan personel di titik-titik seperti itu," katanya.

Terkait adanya unsur kelalaian, Kapolres belum dapat menjelaskannya. Namun kondisi di lapangan adalah warga ant8 ingin hadir ke acara tersebut. "Antusiasmenya tinggi," katanya.

Kronologi Kejadian

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pesta pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Namun pesta tersebut berakhir ricuh saat agenda hiburan dan makan gratis di Pendopo dan Alun-Alun Garut, Jumat siang.

Massa dari berbagai kalangan masyarakat sudah berkerumun memadati kawasan tempat diselenggarakannya Panggung Hiburan Rakyat. Semakin lama, suasana tidak terkontorl akibat masyarakat saling berdesakan di gerbang pendopo.

Salah seorang warga Aef (55) mengatakan kondisi di sekitar Alun-Alun Garut sudah ramai sebelum jumatan, dan setelah kegiatan jumatan warga semakin berdesakan di kawasan gerbang utama masuk Pendopo Garut.

"Sudah penuh, ramai, saling berdesakan," kata Aef.

Sejumlah anak-anak maupun dewasa bertumpuk dan terjadi kericuhan di gerbang dengan penjagaan aparatur kepolisian, dan Satpol PP.Kericuhan tersebut menyebabkan sejumlah warga pingsan, dan dievakuasi oleh aparat keamanan, maupun petugas medis yang sudah jaga di kawasan itu.

Dilaporkan peristiwa itu menyebabkan tiga orang meninggal dunia, terkait identitasnya berdasarkan informasi yang dihimpun di Rumah Sakit Umum Daerah Dr Slamet Garut yakni seorang anak usia delapan tahun Vania Aprilia warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, kemudian Dewi Jubaeda (61), dan seorang anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Orang tua dari anak yang meninggal dunia, Mela Puri membenarkan anaknya menjadi korban dalam kericuhan di kawasan Pendopo Garut, dan saat ini sudah di Rumah Sakit Umum Dr Slamet Garut.

"Iya, anak saya (meninggal)," kata Mela di RSUD dr Slamet Garut.

Meski terjadi kericuhan dan menimbulkan korban jiwa, kegiatan panggung hiburan masih terlihat berlangsung menyanyikan sejumlah lagu di kawasan Alun-Alun Garut.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...