Damkar Jelaskan Kronologi dan Dugaan Penyebab Kebakaran Pasar Taman Puring

Ameidyo Daud Nasution
29 Juli 2025, 14:39
taman puring, kebakaran, damkar
ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/tom.
Warga melintas di lokasi bekas kebakaran di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan api di Pasar Taman Puring, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Petugas juga menjelaskan penyebab hingga kronologi kebakaran tersebut.

"Dugaan penyebab kebakaran karean fenomena kelistrikan," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Syamsul Huda di Jakarta, Selasa (29/7) dikutip dari Antara.

Syamsul juga menjelaskan kronologi kebakaran yang terjadi pada Senin (28/7). Pertama, ada laporan petugas keamanan Pasar Taman Puring bernama Zein yang melihat api di salah satu kios pada pukul 18.00 WIB.

Zein lalu berteriak karena api semakin membesar. Ia dan sejumlah warga juga berusaha memadamkan api dengan alat pemadam ringan, namun api tak kunjung padam.

"Keamanan lalu keluar, melaporkan ke kelurahan dan Polsek untuk melaporkan ke Damkar," kata Syamsul.

Dinas Gulkarmat lalu meluncurkan petugas ke lokasi kebakaran. Total ada 35 unit mobil pemadam dengan 118 personel serta bantuan suplai air dari Taman Langsat untuk memadamkan api. Petugas baru berhasil memadamkan si jago merah Selasa (29/7) pukul 01.30 WIB.

Akibat kebakaran, sebanyak 552 kios dan barang di dalam Pasar Taman Puring ludes. Kebakaran tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 30 miliar.

Sedangkan Gubernur Jakarta Pramono Anung berjanji akan memperbaiki Pasar Taman Puring. Ini karena pasar tersebut memiliki aktivitas yang tinggi.

"Memang di sana sudah tiga kali (kebakaran) dan untuk itu kami tentunya tetap akan perbaiki," kata Pramoni di Jakarta, Selasa (29/7).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...