Prabowo Segera “Reshuffle” Pengurus Inti Gerindra
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan segera merombak susunan pengurus inti partai politik yang dipimpinnya. Salah satu petinggi partai yang diganti adalah Sekretaris Jendral Gerindra Ahmad Muzani, yang juga saat ini menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Katadata.co.id dari tiga narasumber, pergantian itu setidaknya meliputi tiga pos utama pengurus Gerindra. “Ada Sekjen (Ahmad Muzani), Bendahara Umum (Thomas Djiwandono), dan Waketum (Wakil Ketua Umum),” kata seorang sumber yang mengetahui keputusan tersebut, Rabu kemarin (30/7).
Beberapa nama calon pengganti yang akan menjadi pejabat baru Gerindra di antaranya Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Namun, sumber itu tidak merinci detail nama wakil ketua umum dan pos petinggi partai lain yang akan diganti.
Sumber lain di lingkaran partai juga membenarkan informasi perubahan sejumlah pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. “Keputusannya sudah diambil (Prabowo) tengah pekan ini,” katanya.
Adapun, perubahan dan pergantian pengurus inti Gerindra tersebut akan diumumkan pekan depan. Bahkan, menurut sumber tersebut, pergantian para pimpinan Gerindra bakal terus berlanjut. “Ada yang menyusul akan diganti,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Ahmad Muzani, Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, hingga dua Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Habiburokhman belum merespons pesan singkat Katadata.co.id.
Sedangkan, politikus Partai Gerindra sekaligus Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bob Hasan mengaku belum tahu kabar tersebut. "Mohon maaf, saya belum dengar apa-apa ini," kata Bob Hasan dalam pesan singkatnya kepada Katadata.co.id, Kamis (31/7).
Seperti diketahui, Gerindra menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) di Hambalang, Bogor, pada 13 Februari 2025 lalu. Salah satu hasil keputusan kongres adalah menetapkan kembali Prabowo sebagai Ketua Umum DPP Gerindra periode 2025-2030. Selain itu, Presiden Prabowo juga ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina Gerindra.
Prabowo juga ditetapkan sebagai formatur tunggal untuk menyempurnakan AD/ART dan susunan pengurus DPP Gerindra. Namun, hingga kini memang belum ada penetapan dan pengumuman pengurus baru Gerindra periode 2025-2030.
KLB juga meminta Prabowo untuk kembali maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029. Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Prabowo memilih untuk menyelesaikan tugasnya dulu sebagai presiden.
"Beliau menjawab, ‘Insya Allah,’ namun meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat," kata Muzani pada 14 Februari 2025 seperti dikutip dari laman resmi Fraksi Gerindra.
