Mendikdasmen Larang Siswa SD Bermain Roblox, Ini Penjelasan dan Bahayanya
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengeluarkan pernyataan yang melarang pelajar bermain gim online Roblox saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SDN Cideng 2, Jakarta Pusat pada Senin (4/8). Larangan itu lantaran ia menilai permainan dalam Roblox menampilkan banyak adegan kekerasan.
“Kalau main HP tidak boleh menonton kekerasan, yang di situ ada berantemnya, di situ ada kata-kata yang jelek, jangan nonton yang tidak berguna. Nah yang main blok-blok (Roblox) tadi itu jangan main yang itu ya karena itu tidak baik ya,” kata Mendikdasmen Mu'ti seperti dikutip Rabu (6/8).
Adapun Roblox adalah platform permainan daring yang memungkinkan penggunanya untuk membuat, membagikan, dan memainkan berbagai gim yang dibuat oleh pengguna lain. Roblox juga disorot lantaran juga diduga sering disusupi oleh orang dewasa yang berpotensi memanfaatkan anak- anak.
Menurut Mu’ti, tingkat intelektualitas para murid jenjang pendidikan SD belum sepenuhnya mampu membedakan mana adegan nyata dan rekayasa. Sementara itu ia menyebut anak-anak usia SD merupakan peniru ulung yang tanpa ragu dapat menirukan berbagai tindakan yang mereka lihat saat memainkan gim daring atau menonton konten digital.
Ia mengingatkan agar anak-anak memiliki panduan serta literasi digital sedini mungkin sehingga meminimalisir akses terhadap informasi atau permainan yang mengandung kekerasan. Ia pun berpesan agar orang tua menguatkan edukasi serta pendampingan terhadap anak ketika menggunakan gawai.
“Harus kita pandu supaya yang diakses adalah yang bermanfaat dan mereka dapat menggunakannya untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat edukatif dan bermanfaat," katanya.
Sementara dari sisi peraturan, ia menyebutkan Kemendikdasmen bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan kementerian lain terkait telah meluncurkan Program Tunas yang bertujuan untuk melindungi anak-anak di dunia digital. Program ini diiringi dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas).
Perlunya Pendampingan Orang Tua
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya pengawasan orang tua terkait maraknya anak-anak yang memainkan permainan Roblox. Ia menilai jenis pola asuh anak sangat penting dalam sebuah keluarga.
Menurut Arifatul orang tua harus mampu mengawasi anak-anak dalam menggunakan gawai. Ia pun mengatakan kementerian selalu melakukan sosialisasi terkait pentingnya pengawasan penggunaan gadget pada anak kepada keluarga.
"Setiap saya turun ke daerah, pasti kita akan mengingatkan untuk keluarga agar bisa membangun pola asuh dalam keluarga yang tidak berfokus pada gadget," kata Arifatul di acara Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UI di Gedung Balairung Kampus UI, Selasa (5/8).
Dari sosialisasi yang berkelanjutan, ia berharap dapat membangun pola asuh yang tidak hanya berfokus pada penggunaan gadget.
Sementara itu Wakil Ketua Bidang Kompetisi Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Glorya Famiela Ralahallo menyarankan orang tua untuk memeriksa rating dan berbagai fitur gim yang sedang dimainkan oleh anak agar terhindar dari hal yang belum perlu diserap di usianya. Menurut Ella orang tua perlu memahami bahwa gim dengan sistem kompetitif yang saat ini banyak digandrungi seperti Mobile Legends, Free Fire, PUBG, atau Valorant umumnya ditujukan untuk usia remaja hingga dewasa.
Pada usia anak-anak, sebaiknya gim yang diberikan bersifat edukatif yang ringan, seperti puzzle, gim bahasa, atau gim strategi dasar yang dapat melatih konsentrasi dan logika. Sementara bagi usia yang lebih besar, gim yang bersifat mendorong kreativitas atau kerja sama tim sudah bisa diberikan seperti Minecraft atau Roblox namun tetap dengan pengawasan yang cukup.
Ella menekankan sangat penting untuk melakukan pemantauan ketika anak bermain gim, namun orang tua diharapkan juga tidak langsung melarang hingga anti terhadap gim. Terlebih jika anak menunjukkan adanya minat atau bakat ke arah esports.
“Kami di PB ESI juga mendukung lahirnya talenta-talenta muda,” kata dia.
