Tiga Petinggi eFishery Diduga Mark Up Proses Investasi
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menahan tiga eks petinggi eFishery atas dugaan penggelapan dana investasi tiga orang itu yakni Gibran Huzaifah, Angga Hadrian Raditya, dan Andri Yadi.
Gibran Huzaifah sebelumnya menjabat CEO eFishery, Angga merupakan mantan wakil presiden keuangan perusahaan dan Andri Yadi, yang sebelumnya menjabat wakil presiden kecerdasan buatan Internet of Things (AIoT) dan pembiayaan budidaya.
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Helfi Assegaf mengatakan Gibran, Angga dan Andri diduga secara bersama-sama melakukan penipuan dan penggelapan terkait proses investasi eFishery.
"Ketiganya berkolaborasi, bersama-sama melakukan penipuan dan penggelapan terhadap proses investasi pada PT eFishery," kata Helfi di Bareskrim Polri, Rabu (6/8).
Helfi menuturkan mereka diduga menggunakan modus mark up investasi dalam penggelapan dana penipuan itu. Berdasarkan hasil perhitungan sementara total dana yang digelapkan mencapai Rp 15 miliar.
"Untuk yang awal yang sudah bisa kita buktikan Rp 15 miliar. Karena masih proses semua, masih proses pendalaman," kata Helfi.
Akan tetapi, eks CEO eFishery Gibran Huzaifah pernah mengatakan kepada Katadata.co.id bahwa dirinya tidak menggelapkan dana perusahaan.
Gibran Huzaifah mengakui dirinya memoles angka laporan keuangan. Akan tetapi, ia memastikan dirinya tidak mencuri uang.
“Saya hanya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terkena dampak, terutama para petani karena mereka alasan saya melakukan ini,” kata Gibran dalam wawancara dengan jurnalis Bloomberg pada April (15/4).
Pernyataan Gibran tersebut hampir sama dengan yang disampaikan kepada Katadata.co.id pada Februari. "Tidak ada penggelapan dana dan tidak ada dual reporting," kata Gibran kepada Katadata.co.id pada 24 Februari, tanpa menjelaskan lebih jauh tanggapannya atas laporan sementara FTI Consulting.
Gibran menjelaskan dirinya memoles angka laporan keuangan eFishery untuk bertahan hidup. "Saya pikir saya akan melakukannya hanya untuk bertahan hidup,” kata dia dikutip dari Bloomberg
Ia bercerita awal mula dirinya memutuskan untuk memoles angka laporan keuangan yakni setelah berdiskusi dengan pendiri startup lain.
Saat kebingungan mencari pendanaan, Gibran bertanya kepada sesama pendiri startup Indonesia tentang bagaimana mereka berhasil mengumpulkan investasi baru. Menurut dia, jawabannya seolah-olah mereka memanipulasi angka.
"Mereka mengatakan bahwa mereka memanipulasi angka-angka,” kata Gibran.
