Prabowo Ancam Ringkus Jenderal TNI-Polri Beking Tambang Ilegal

Muhamad Fajar Riyandanu
15 Agustus 2025, 12:22
Suasana saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/app/rwa.
Suasana saat Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan peringatan keras kepada oknum jenderal maupun mantan jenderal TNI dan Polisi yang melindungi atau menjadi bekingan aktivitas pertambangan ilegal. Prabowo menegaskan tidak ada seorang pun yang akan lolos dari hukum jika terbukti memberikan perlindungan terhadap praktik tambang ilegal.

“Saya beri peringatan apakah ada orang-orang besar, jenderal-jenderal dari manapun. Apakah jenderal dari TNI atau Polisi atau mantan jenderal, tidak ada alasan. Kami akan bertindak atas nama rakyat,” kata Prabowo saat menyampaikan pidato Sidang Tahunan MPR di Gedung Parlemen Senayan Jakarta pada Jumat (15/8).

Menteri Pertahanan 2019-2024 itu menekankan ketentuan serupa juga berlaku bagi para petinggi partai politik. Prabowo berkomitmen menegakkan aturan ini kepada siapa pun yang terlibat dalam praktik perlindungan tambang ilegal, termasuk jika hal itu menyasar kepada anggota Partai Gerindra.

“Saya ingatkan semua anggota partai, termasuk partai saya, Gerindra. Jika anda terlibat, anda jadi justice collaborator. Anda laporan saja. Walaupun Gerindra, tidak akan saya lindungi,” ujarnya.

Pada forum tersebut, Prabowo mengaku mendapat laporan ada 1.063 tambang ilegal yang melanggar aturan hukum di sektor pertambangan. Potensi kerugian negara dari aktivitas ribuan tambang ilegal itu diproyeksikan tembus Rp 300 triliun.

Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan telah berkomunikasi dengan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna memantau dan mencari tahu figur besar maupun pejabat militer dan polisi yang melakukan pelanggaran sektor pertambangan. “Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Apalagi saya senior mantan tentara. Saya tahu,” kata Prabowo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...