Gerindra Tegur Keras Bupati Pati Sudewo: Jadi Perhatian Prabowo

Ade Rosman
15 Agustus 2025, 15:20
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono
Dokumentasi Gerindra
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Budisatrio Djiwandono
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Budisatrio Djiwandowo mengatakan kasus yang menyeret Bupati Pati, Sudewo mendapat perhatian dari Presiden Prabowo Subianto.

Budi mengatakan, Partai Gerindra telah memberikan teguran keras terhadap Sudewo yang merupakan salah satu kader partainya itu.

"Beliau (Sudewo) sudah diberikan teguran dengan keras. Bapak Presiden juga sudah memberi perhatian, Sekeretaris Jenderal DPP Partai juga sudah memberikan teguran dan kami akan terus mengawal dan memperbaiki," kata Budi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8).

Budi.mengatakan, kejadian yang menimpa Sudewo ini dapat menjadi momen bagi eksekutif maupun legislatif agar menjadi pelajaran.

"Kami ini mendapatkan kepercayaan yang begitu besar oleh rakyat dan untuk itulah kami selalu harus memberikan jawaban terhadap aspirasi rakyat," kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad mendukung langkah DPRD Pati yang membentuk panitia khusus  pemakzulan Bupati Pati, Sudewo. Pansus dibentuk sebagai respons atas demonstrasi besar yang terjadi pada Rabu (13/8).

"Kita lihat kan sudah dilakukan proses-proses yang menurut saya on the track dilakukan oleh DPRD Pati," kata Dasco, Kamis (14/8).

Ketua Harian DPP Partai Gerindra ini menyatakan menghormati setiap proses sesuai mekanisme yang ada.  Dasco mengatakan setelah adanya unjuk rasa di Pati, ia telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mengantisipasi hal serupa terjadi di daerah lain.

Sebelumnya, DPRD Kabupaten Pati sepakat untuk membentuk pansus untuk pemakzulan Sudewo usai ribuan masyarakat Pati berunjuk rasa pada Rabu (13/8). Massa aksi menuntut Bupati Pati Sudewo mengundurkan diri dari jabatannya. Alasannya, Sudewo dianggap arogan.

Demonstrasi berawal dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Pati yang menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen. Meski akhirnya pajak batal naik, Sudewo tetap didesak meletakkan jabatannya karena dinilai bersikap arogan.

Di sisi lain, Sudewo enggan melepaskan jabatannya. Sudewo beralasan, dirinya dipilih oleh rakyat sesuai dengan mekanisme yang ada. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ade Rosman

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...