Prabowo Panggil Kepala BIN soal Situasi Nasional, Usai Kunjungan dari Cina

Muhamad Fajar Riyandanu
4 September 2025, 15:22
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menjenguk polisi yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). Presiden Prabowo Subianto menjenguk
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan keterangan kepada wartawan usai menjenguk polisi yang dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Senin (1/9/2025). Presiden Prabowo Subianto menjenguk anggota polisi yang mengalami cedera dan luka-luka akibat kericuhan saat aksi unjuk rasa di Jakarta dan meminta Kapolri untuk menaikan pangkat luar biasa kepada anggota yang terluka.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra, ke Istana Merdeka Jakarta pada Kamis (4/9). Herindra menyampaikan dirinya diminta menyampaikan laporan terkait perkembangan situasi keamanan domestik.

"Tentunya ada informasi yang harus saya sampaikan kepada presiden," kata Herindra kepada wartawan sebelum memasuki gerbang Istana.

Wakil Menteri Pertahanan 2020-2024 itu menyampaikan situasi sosial masyarakat saat ini sudah berangsur membaik di tengah gelombang aksi unjuk rasa yang berlangsung sejak 25 Agustus lalu. "InsyaAllah aman," ujar Herindra.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aris Marsudiyanto. Dia menyampaikan kondisi nasional saat ini kian terkendali.

Aris menambahkan, situasi terkendali saat ini merupakan hasil keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi masyarakat (ormas) keagamaan. "Aman. Semuanya aman, kita harus kompak," ujarnya.

Laporan ini usai Prabowo mengunjungi Cina untuk menghadiri parade militer. Prabowo meninggalkan tanah air selama satu hari

Aksi unjuk rasa masih berlangsung di sejumlah titik di Jakarta. Satu di antaranya yakni berlokasi di Kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Massa aksi yang hadir mayoritas berasal dari kalangan buruh yang menuntut reformasi pajak dan protes soal besaran tunjangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Demonstrasi juga berlangsung di depan gedung DPR. Mayoritas peserta aksi merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).

BEM SI mengusung tema 'Selamatkan Indonesia' dalam aksi damai kali ini. Adapun persoalan menjadi sorotan adalah tindakan korupsi, hukum yang dinilai dipolitisasi, hingga kebijakan negara yang dianggap tidak pro rakyat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...