Pramono Ungkap Strategi Urai Macet hingga Atasi Pengangguran di Jakarta

Ira Guslina Sufa
10 September 2025, 10:35
Pramono
ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/sg
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan keterangan kepada wartawan terkait kondisi Jakarta terkini di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (30/8/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memaparkan strategi besar untuk mengurai kemacetan dan mengatasi persoalan banjir di ibu kota. Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan penanganan kemacetan dilakukan lewat rekayasa lalu lintas jangka pendek hingga pengembangan sistem transportasi terintegrasi. 

Beberapa langkah yang ditempuh antara lain penutupan putaran balik (U-turn), penerapan sistem satu arah, perbaikan geometrik jalan dan persimpangan, pengaturan fase lampu lalu lintas, hingga kebijakan ganjil-genap. Selain itu, Pemprov juga menyiapkan integrasi transportasi massal dengan fasilitas park and ride di titik-titik strategis seperti Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Ragunan, dan Kalideres.

“Pemprov juga mulai memanfaatkan teknologi berbasis AI dalam pengaturan simpang, serta memastikan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Pramono dalam pidato yang dibacakan Rano Karno dalam rapat paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang dikutip Rabu (10/9). 

Di luar urusan lalu lintas, Pemprov Jakarta turut menekankan pentingnya pengelolaan air bersih sebagai hak konstitusional warga. Pramono memastikan perubahan bentuk badan hukum PAM Jaya menjadi Perseroan Terbatas (Perseroda) bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan memperkuat tata kelola dan memperluas layanan air bersih secara adil dan berkelanjutan.

Ia juga menyinggung langkah Pemprov dalam menekan pengangguran, mulai dari program pelatihan kompetensi, perluasan kesempatan kerja lewat job fair, hingga peningkatan kualitas lembaga pelatihan. Sementara untuk BUMD, Pemprov mendorong peningkatan kinerja dengan penerapan Key Performance Indicator (KPI), audit independen, dan optimalisasi aset.

Sementara itu Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, menegaskan jawaban Pramono dalam paripurna DPRD bersifat komprehensif. Pemerintah DKI menurut Chico akan mengoptimalkan upaya untuk membenahi berbagai persoalan.  

“Warga Jakarta bisa melihat secara langsung bahwa Pemprov bekerja maksimal menjawab persoalan publik, mulai dari air bersih, transportasi, ketersediaan pangan, hingga pengangguran,” ujar Cicho. 



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...