Prabowo Pertimbangkan Hadir di Sidang Umum PBB, Diminta Tegas Dukung Palestina

Muhamad Fajar Riyandanu
19 September 2025, 18:57
Prabowo
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampikan isu politik terkini di ruang Wartawan, Jakarta, Jumat (19/9/2025). Prasetyo Hadi menyampikan beberapa perkembangan isu seputar politik di antarnya istana akan mengevaluasi terkait Angga Raka Prabowo yang merangkap tiga jabatan sekaligus, belum adanya rencana pergantian pejabat baru di BRIN, dan terkait Plt Menteri BUMN akan diisi Wamen.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto masih mempertimbangkan untuk hadir dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat (AS) yang berlangsung pada 23 September 2025.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengatakan pihak Istana Kepresidenan sudah mendapatkan undangan untuk menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80. Prabowo dijadwalkan akan berpidato setelah Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dan Presiden AS Donald Trump.

“Memang ada undangan kepada Bapak Presiden untuk menghadiri sidang umum PBB di New York, dan beliau sedang mempertimbangkan untuk akan hadir,” kata Prasetyo Hadi di Istana Merdeka Jakarta pada Jumat (19/9).

Ia menilai undangan kepada presiden untuk menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB merupakan bentuk penghormatan dunia internasional kepada Indonesia. “Ini juga sebuah kehormatan bagi bangsa Indonesia apabila Bapak Presiden berkenan hadir,” ujarnya.

Bisa Perkuat Reputasi RI

Sikap Prabowo yang bersedia hadir di forum PBB dinilai dapat memperkuat reputasi Indonesia, terutama ketika ia menyampaikan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Pakar Politik Pertahanan dan Keamanan Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menilai negara yang memiliki keteguhan moral dianggap sebagai negara profesional dan dapat dipercaya.

Ia berharap Prabowo menyuarakan sikap Indonesia terhadap konflik bersenjata di Jalur Gaza. Menurutnya, sikap Indonesia yang konsisten membela Palestina akan dilihat sebagai prinsip yang memperkuat reputasi negara.

"Dunia sekarang ini tidak melihat negara hanya dari kekuatan militer atau ekonomi, tapi juga dari konsistensi moral. Ini menjadi soft power yang bisa membuat Indoensia dipercaya dalam hal kerja sama ekonomi dan keamanan nantinya," kata Fahmi kepada Katadata.co.id, pada Kamis (18/9).

Fahmi menambahkan, membela Palestina sudah menjadi bagian dari identitas Indonesia di mata dunia. Dukungan besar terhadap Palestina di forum PBB, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan kerja sama, baik bilateral maupun multilateral.

"Maka baiknya Presiden Prabowo ketika diberi panggung untuk berpidato di sidang PBB harus juga menyampaikan pembelaannya terhadap Palestina, karena itu menyangkut komitmen negara dan reputasi," ujarnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...