Prabowo Tiba di New York, Hadiri Sidang Umum PBB yang Bahas Pengakuan Palestina

Desy Setyowati
21 September 2025, 08:30
prabowo hadir di sidang majelis umum pbb, sidang pbb bahas pengakuan palestina,
ANTARA/Fathur Rochman
Presiden RI Prabowo Subianto tiba di hotel tempat menginap di kawasan Manhattan, New York, Amerika Serikat, Sabtu (20/9/2025)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto tiba di New York, Amerika Serikat, Sabtu (20/9) waktu setempat, untuk menghadiri Sidang ke-80 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Salah satu agenda sidang ini yakni pengumuman beberapa negara terkait pengakuan negara Palestina.

Prabowo Subianto tiba di Bandara Internasional Jhon F Kennedy, New York, Amerika Serikat, pukul 16.50 waktu setempat, didampingi oleh sang putra Didit Hediprasetyo dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Hadir mendahului Prabowo, Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Chief Investment Officer atau CIO BPI Danantara Pandu Sjahrir, Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, dan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie.

Kehadiran Presiden Prabowo dalam forum internasional itu menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya menjaga perdamaian, memperkuat kerja sama global, serta memperjuangkan kepentingan nasional di tingkat dunia.

Sesi ke-80 pertemuan tingkat tinggi Sidang Majelis Umum PBB digelar selama 20 - 26 September. Tema Better together: 80 years and more for peace, development and human rights, bertujuan memperbaharui komitmen global terhadap multilateralisme, solidaritas, dan aksi bersama untuk masyarakat dan juga planet.

Kementerian Luar Negeri mencatat 145 dari total 193 negara anggota telah mengonfirmasi kehadiran pada Sidang Majelis Umum PBB per 11 September.

Presiden Prabowo diagendakan menyampaikan pidato dalam sesi Debat Umum Tingkat Tinggi pada 23 September, dengan nomor urut ketiga setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Sidang Majelis Umum PBB biasanya menghasilkan resolusi yang bukan bersifat mengikat secara hukum tetapi memiliki pengaruh moral yang kuat. Resolusi bersifat hukum jika berkaitan dengan hal-hal tertentu seperti pengakuan negara.

Sidang Majelis Umum PBB Bahas Pengakuan Palestina

Rangkaian pertemuan tingkat tinggi di Sidang Majelis Umum akan diawali pada 22 September pukul 09.00 pagi waktu setempat, dengan topik peringatan 80 tahun PBB. Kemudian pada pukul 10.00 akan dilakukan pertemuan mengenai 30 tahun konferensi dunia keempat tentang perempuan.

Lalu pada pukul 14.00-16.00 para petinggi dari negara anggota akan membahas topik mengenai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDG, sesuai amanat KTT SDG 2019.

Pada pukul 15.00, dijadwalkan Konferensi Internasional Tingkat Tinggi untuk Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara. Diketuai bersama Prancis dan Arab Saudi, PBB akan mengadakan konferensi yang menegaskan kembali komitmen internasional terhadap solusi dua negara dan bertujuan untuk menggalang dukungan bagi pelaksanaannya.

Sejumlah negara telah menyampaikan niat untuk secara resmi mengakui negara Palestina pada sesi Sidang Majelis Umum PBB.

Presiden Emmanuel Macron menyatakan kesiapan Prancis untuk secara resmi mendeklarasikan pengakuan terhadap kedaulatan Negara Palestina di hadapan Majelis Umum PBB. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dalam mewujudkan rencana perdamaian yang lebih luas untuk kawasan Timur Tengah.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menambahkan, Prancis dan 14 negara lainnya telah mengeluarkan seruan kolektif untuk mengakui Negara Palestina dan mengajak pihak-pihak yang belum melakukannya untuk bergabung bersama.

Negara-negara yang mengumumkan niat mereka untuk pertama kalinya mengakui Palestina selain Prancis dan Kanada yakni Australia,  Finlandia, Selandia Baru, Portugal, Andorra, Malta, San Marino, dan Luksemburg.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga akan mengumumkan pengakuan Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum PBB. Keputusan ini berdasarkan jaminan Presiden Palestina Mahmoud Abbas bahwa pihaknya akan mereformasi sistem pemerintahan di Palestina.

"Kanada bermaksud mengakui Negara Palestina pada Sidang Majelis Umum ke-80 PBB yang akan dilaksanakan pada September," kata Carney saat konferensi pers.

Indonesia, sebagai negara yang vokal menyerukan kedaulatan Palestina, akan kembali menyampaikan suaranya pada Sidang Majelis Umum PBB. Kemlu memastikan bahwa isu Palestina dapat menjadi salah satu prioritas yang akan disampaikan Indonesia, meski belum menjelaskannya secara rinci.

"Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara. Jalan menuju perdamaian tetap satu yakni terwujudnya Negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," kata Sugiono.

Melihat tekanan Israel kepada Palestina beberapa tahun belakangan, hasil pembahasan isu Palestina di Sidang Umum PBB kali ini diharapkan bakal lebih tegas bagi terwujudnya solusi dua negara.

Setelah pembahasan tentang Palestina, Sidang Majelis Umum PBB dilanjutkan dengan sesi Debat Umum pada 23 - 27 September dan dilanjutkan pada 29 September. Pada sesi ini, para pemimpin dunia akan menyampaikan pernyataan yang menguraikan posisi dan prioritas mereka dalam konteks tantangan global yang kompleks dan saling terkait.

Di samping sesi Debat Umum, akan dilangsungkan juga pertemuan tingkat tinggi lainnya dengan beragam topik, mulai dari iklim, ekonomi berkelanjutan hingga pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

Presiden Prabowo juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin dunia selama lawatan di New York.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...