Bahasa Indonesia Diakui UNESCO, Kini Diajarkan di 57 Negara
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa selain telah diakui sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), bahasa Indonesia kini juga diajarkan di berbagai negara.
“Alhamdulillah, pada periode sebelumnya, Bahasa Indonesia sudah ditetapkan sebagai bahasa resmi dalam rapat-rapat UNESCO. Insyaallah pada November ini, jika diizinkan Bapak Presiden, saya akan menghadiri pertemuan UNESCO dan untuk pertama kalinya akan berpidato menggunakan Bahasa Indonesia,” kata Mu’ti dalam acara Taklimat Media di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Rabu (22/10).
Menurut Mu’ti, penggunaan Bahasa Indonesia di forum internasional menjadi simbol pengakuan dunia terhadap nilai budaya bangsa dan identitas nasional.
Mu’ti menambahkan, saat ini Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) telah berkembang pesat dan diselenggarakan di 57 negara. Program tersebut menjadi sarana penting untuk memperkenalkan Bahasa Indonesia ke dunia.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa Program Studi Bahasa Indonesia akan segera dibuka di Universitas Al-Azhar, Mesir, dan telah diminati sekitar 300 mahasiswa.
“Insyaallah nanti kami akan ke Al-Azhar untuk bertemu Grand Syekh dan menyampaikan dukungan terhadap program internasionalisasi Bahasa Indonesia,” kata Mu’ti.
