Mengenal Gyeongju, Kota Sejarah di Korsel Jadi Tuan Rumah KTT APEC 2025

Muhamad Fajar Riyandanu
30 Oktober 2025, 11:04
Suasana di depan media center di kawasan Hwabek Internasional Convention Center, KTT APEC 2025, Gyeongju, Korsel, Kamis (30/10).
Katadata/Riyandanu
Suasana di depan media center di kawasan Hwabek Internasional Convention Center, KTT APEC 2025, Gyeongju, Korsel, Kamis (30/10).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) yang berlangsung sejak 27 Oktober hingga 1 November 2025 diadakan di Gyeongju di Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan. Kota ini berjarak sekitar 370 kilometer arah tenggara dari ibu kota Seoul.

Pada saat ini, Korea Selatan mengalami peralihan dari musim gugur menuju musim dingin. Berdasarkan pantauan Katadata pada Rabu, 29 Oktober 2025, kebanyakan masyarakat Gyeongju mengenakan pakaian tebal meski matahari masih menebar sinarnya di langit sore dengan suhu 9° celsius.

Gyeongju dikelilingi pemandangan Pegunungan Taebaek di utara dan barat yang menambah keindahan visual alam kota sepanjang perjalanan. Rangkaian pegunungan ini juga menyebabkan malam hari di Gyeongju cenderung lebih dingin karena udara lembah turun dan menumpuk di daerah rendah.

Wilayah selatan Gyeongju merupakan kawasan pedesaan yang subur. Sepanjang perjalanan dari Busan, saya kerap melihat hamparan bidang sawah yang masih hijau. Kemudian, pemandangan menuju kawasan sekitar Danau Bomun terlihat sejumlah bangunan kuil kuno hingga makam raja berukuran tinggi besar.

Pengemudi mobil yang mengantarkan saya ke hotel, Young Kyu Shim, mengatakan Gyeongju memang memiliki pesona kota tersendiri. “Kota ini merupakan kota sejarah, banyak reruntuhan bangunan di sini,” kata Shim.

Suasana di depan media center di kawasan Hwabek Internasional Convention Center, KTT APEC 2025, Gyeongju, Korsel, Kamis (30/10).
Suasana di depan media center di kawasan Hwabek Internasional Convention Center, KTT APEC 2025, Gyeongju, Korsel, Kamis (30/10). (Katadata/Riyandanu.)

Gyeongju memang dikenal sebagai ‘museum tanpa dinding’. Hal itu karena banyak situs sejarah dan peninggalan Dinasti Silla yang masih ada di kota ini.

Shim melanjutkan, kota Gyeongju merupakan bagian dari sejarah Korea dan warisan budaya yang masih terjaga hingga kini. “Gyeongju ini dahulu Ibu Kota Kerajaan Silla,” kata Shim.

Gyeongju adalah ibu kota Kerajaan Silla selama hampir seribu tahun, sejak 57 SM hingga 935 M. Beberapa situs di Gyeongju kini telah diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Pegunungan di sekitar Gyeongju seakan menyelimuti kota bersejarah ini, sembari menjadi saksi abadi atas kejayaan dan warisan budaya Silla. Gyeongju cenderung bukan tipikal kota modern atau metropolis seperti kota-kota besar di Korea Selatan lainnya.

Namun, keberadaan Pegunungan Taebaek yang membentang di sekitarnya dan garis pantai di Laut Timur, Gyeongju menampilkan wajah Korea yang berbeda. Ia lebih kaya sejarah dan budaya dibanding sekadar gedung pencakar langit Seoul atau distrik komersial Busan.

Kota Gyeongju dipilih sebagai tuan rumah rangkaian kegiatan APEC 2025 karena sejumlah alasan strategis. Melansir situs web Pemerintahan resmi Korsel, gb.go.kr, kota bersejarah ini dinilai unggul karena kekayaan warisan budayanya, lingkungan perkotaan yang nyaman, pengalaman dalam menyelenggarakan berbagai acara internasional, serta tingkat keamanan publik yang tinggi.

Semua faktor itu membuat Gyeongju dianggap ideal untuk menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin ekonomi kawasan Asia-Pasifik. Sejak penetapan Gyeongju sebagai kota tuan rumah KTT APEC 2025 pada 27 Juni lalu, Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-do dan Kota Gyeongju telah aktif melakukan berbagai persiapan untuk menyukseskan konferensi ini.

Mereka memperluas fasilitas akomodasi dan mempercepat pembangunan jaringan transportasi yang menghubungkan lokasi konferensi dengan berbagai destinasi wisata utama demi memastikan kelancaran acara berskala internasional ini.

Selain itu, sejumlah program untuk mendorong partisipasi warga dan memperkuat budaya keramahtamahan turut disiapkan. Beragam kegiatan seperti pelatihan bahasa asing bagi warga, kampanye keramahan, dan pelatihan etika global tengah dijalankan guna memperkuat daya tarik Gyeongju.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...