Korsel Siaga Penuh, Kerahkan 19 Ribu Personel Amankan KTT APEC di Gyeongju

Muhamad Fajar Riyandanu
30 Oktober 2025, 13:51
Media Centre KTT APEC 2025
Katadata/Riyandanu
Media Centre KTT APEC 2025
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengerahkan 19 ribu aparat kepolisian untuk mengamankan jalannya hari puncak Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) pada 31 Oktober-1 November mendatang di Gyeongju, Provinsi Gueongsang Utara. 

Kepolisian Provinsi Gyeongsang Utara pada 28 Oktober kemarin menetapkan status keamanan tertinggi semberi mengizinkan pengerahan seluruh personel yang tersedia. Belasan ribu personel keamanan dikerahkan setiap hari di berbagai titik di Gyeongju selama pertemuan 21 pimpinan negara anggota APEC berlangsung di Hwabaek International Convention Center (HICO).

Melansir pemberitaan The Korea Times, pusat pengamanan paling ketat difokuskan di Kompleks Wisata Bomun, kawasan yang berjarak sekitar 15 menit berkendara dari pusat Kota Gyeongju. Di area ini mencakup HICO yang menjadi lokasi utama pertemuan para pemimpin ekonomi APEC hingga Sejumlah hotel untuk menampung para kepala negara dan delegasi yang hadir.

Sejak Minggu, aparat semakin memperketat pengamanan di seluruh penjuru kota. Layar-layar pengaman kini terpasang mengelilingi sejumlah gedung, sementara pagar baja membatasi jalur pejalan kaki.

Banyak kawasan yang sebelumnya mudah diakses menjadi tertutup bagi publik. Hal ini memaksa warga memutar jauh melewati rute yang biasanya hanya memakan waktu beberapa menit. Bahkan halte-halte bus turut dipagari, menyisakan celah sempit bagi penumpang untuk naik dan turun kendaraan.

Pos-pos pemeriksaan dengan standar keamanan bandara dipasang di depan HICO dan International Media Center. Petugas berseragam melakukan pemeriksaan secara ketat dan menyeluruh, para petugas membuka wadah penyimpanan earbud, memeriksa bagian dalam kantong camilan, serta dompet kartu para jurnalis.

Akses menuju area depan kompleks HICO masih diperbolehkan bagi jurnalis yang mengenakan tanda pengenal resmi APEC. Namun bagi mereka yang tidak membawa identitas tersebut, polisi segera meminta dokumen keanggotaan media atau izin akses khusus sebelum mengizinkan masuk.

Tingkat keamanan serupa juga terlihat di hotel-hotel yang menjadi lokasi menginap para pemimpin dunia. Papan peringatan tentang pemeriksaan kendaraan terpasang di pintu masuk, sementara layar besar dipasang untuk menutupi pandangan publik saat tamu tiba atau berangkat.

Tingkat pengamanan serupa juga diterapkan di sejumlah hotel tempat para pemimpin dunia menginap. Di setiap pintu masuk, papan peringatan bertuliskan kewajiban pemeriksaan kendaraan terpajang jelas, sementara layar-layar besar dipasang untuk membatasi pandangan publik ketika para tamu penting datang atau meninggalkan lokasi.

Seorang sumber yang memahami penyelenggaraan APEC mengatakan kepada The Korea Times bahwa hanya satu atau dua pejabat di Korea yang memiliki akses terhadap informasi terpadu lintas kementerian, termasuk pembaruan waktu nyata terkait pengamanan dan kedatangan para pemimpin dunia.

Dinas Keamanan Kepresidenan atau Presidential Security Service (PSS) melaporkan telah melakukan latihan lapangan terakhir pada Sabtu dan Senin di Gyeongju serta Busan.

“Kami telah menyelesaikan pemeriksaan akhir atas seluruh sistem keamanan dan keselamatan APEC melalui latihan ini,” kata Kepala PSS Hwang In-kwon.

Sejumlah lembaga penting termasuk Dinas Intelijen Nasional, militer, dan kepolisian turut ambil bagian untuk menguji koordinasi berbagai skenario guna memastikan kelancaran mobilitas para pemimpin. “Selama konferensi berlangsung, kami akan memastikan perlindungan tanpa cela demi kesuksesan acara ini,” ujar In-kwon.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...