Prabowo Lantik Rektor IPB Arif Satria Menjadi Kepala BRIN
Presiden Prabowo Subianto melantik Arif Satria menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (10/11). Arif menggantikan posisi yang sebelumnya diduduki oleh Laksana Tri Handoko yang menjabat sejak 28 April 2021.
Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025. Keputusan yang ditetapkan pada 10 November itu dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi dan Aparatur Kementerian Sekretariat Negara Nanik Purwanti.
“Mengangkat Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional," kata Nanik.
Arif tiba di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 14.30 WIB, mengenakan pakaian sipil lengkap warna gelap dan berkopiah, sambil menggenggam lengan putrinya yang masih berusia anak-anak.
"Saya dapat undangan jam 12.30 WIB dari Pak Sekretaris Kabinet," kata Arif Satria saat ditanya awak media perihal maksud kedatangannya ke kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta.
Arif Satria merupakan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak 2017. Ia menyelesaikan studi sarjana di Program Studi Penyuluhan Pertanian, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian IPB pada 1995.
Ia meraih gelar magister dari Program Sosiologi Pedesaan IPB pada 1999, dan gelar doktor diperoleh dari Kagoshima University, Jepang, dalam bidang Marine Policy pada 2006. Arif juga pernah menjalani program visiting student di Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada.
Karier akademiknya dimulai pada 1997 sebagai dosen di Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan IPB. Pada 2019, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap di Fakultas Ekologi Manusia IPB dalam bidang Ekologi Politik.
Pengabdiannya sebagai pemimpin lembaga dimulai pada 2017 saat ia dipercaya menjadi Rektor IPB periode 2017–2022, dan kembali diberi amanah untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2023–2028.
Arif pernah menjadi penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2012 hingga 2019. Dalam lingkungan Kementerian KKP, ia juga pernah menjadi Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (2001–2002).
Selain itu, Arif juga menjadi anggota dalam beberapa organisasi kelutan dan perikanan, antara lain sebagai Anggota Dewan Pengawas Perum Perikanan Indonesia (2013–2017), Anggota Dewan Kelautan Indonesia (2013–2017), dan Anggota Komisi Tuna Indonesia (2012–2014), Anggota Komisi Nasional Pengkajian Sumberdaya Ikan (2008–2011).
