Insiden Pohon Tumbang Kembali Terjadi di Pondok Indah
Insiden pohon tumbang kembali terjadi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada Sabtu (15/11) sore dan di samping Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jl Wahidin Raya, Jakarta Pusat, tumbang pada Jumat (14/11) siang. Tak ada korban jiwa dari tumbangnya pohon akibat hujan deras dan angin kencang.
Sebuah mobil taksi Blue Bird tertimpa pohon di Jl Wahidin dan satu unit mobil Suzuki tertimpa pohon dalam peristiwa tersebut dan tak ada korban jiwa.“Sabtu sore (15/11), pohon berukuran cukup besar tumbang dan menimpa sebuah mobil yang sedang melintas di kawasan Pondok Indah. Untung tidak ada korban jiwa dalam insiden kali ini,” dikutip dari unggahan @aboutdkj, Minggu (16/11).
Petugas yang terdiri dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Satpol PP, serta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota melakukan proses evakuasi hingga malam hari.
Insiden pohon tumbang ini menyebabkan dua orang meninggal dunia di Jakarta dalam tiga bulan terakhir. Salah satunya terjadi di kawasan Jalan Metro Pondok Indah pada Minggu (26/10) sore.
Sebuah pohon palem tumbang dan menimpa sebuah mobil yang ditumpangi mantan Direktur PT Danareksa Harry Danardojo. Kejadian tersebut mengakibatkan Harry meninggal dunia.
Sedangkan pohon tumbang di depan restoran Plataran Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Kamis (30/10) menyebabkan satu korban meninggal dengan empat kendaraan rusak.
Empat kendaraan yang tertimpa pohon tumbang yakni dua Toyota Avanza, satu Alphard dan satu sedan Lexus.
Dua orang pedagang di Pondok Indah mengatakan pohon palem tumbang baru terjadi saat ini. Namun, kejadian pohon tumbang di kawasan perumahan elite bukan pertama kalinya. “(Pernah ada pohon tumbang di depan) BCA dan Raffles,” kata mereka, merujuk pada nama Raffles Christian School Pondok Indah, sebuah sekolah swasta yang berada hampir satu kilometer dari lokasi pohon tumbang.
Namun, pohon yang tumbang berukuran kecil dan tak sampai memakan korban jiwa. Pernyataan para pedagang tersebut diamini seorang warga Pondok Indah, Rey Marshall (38). Dia mengatakan, salah satu lokasi kejadian pohon tumbang di Pondok Indah berada di depan sekolah Raffles. "Itu sekitar 2016 atau 2018," kata Rey.
Rey mengatakan, sebuah pohon di dekat kediamannya juga pernah tumbang baru-baru ini. Meski demikian, dia mengatakan tumbangnya pohon palem di Jalan Metro Pondok Indah bukan hal yang marak terjadi.
Pemprov Diminta Petakan Usia Pohon Tua
Pakar Tata Kota Universitas Trisakti Yayat Supriyatna meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan pemetaan usia pohon agar kejadian pohon tumbang hingga mengakibatkan korban jiwa tak terulang kembali. Yayat mengatakan usulan ini sebelumnya pernah ia sampaikan beberapa tahun lalu.
Menurut Yayat usia pohon-pohon di Jakarta sudah berusia lebih dari 20 tahun dan perlu peremajaan. Bahkan menurut Yayat tak sedikit pula pohon di Jakarta yang berusia 30 tahun sehingga rawan tumbang.
“Saya dulu pernah mengingatkan bahwa beberapa tahun yang lalu bahwa di Jakarta itu perlu dilakukan pemetaan tentang usia pohonnya,” kata Yayat saat dihubungi Katadata.co.id, Jumat (31/10).
Yayat juga menyoroti tidak adanya dokter pohon untuk memeriksa kondisi pohon apakah sehat ataukah sudah dalam kondisi keropos. Ia juga menggarisbawahi proses pruning atau pemotongan bagian-bagian tanaman ketika sebelum memasuki musim penghujan sebagai bentuk mitigasi.
“Jadi kita kan harus pernah tahu bahwa mana dahan, mana pohon-pohon yang sebetulnya masih sehat, mana pohon yang sudah sakit dan perlu diperhatikan lagi kalau usia pohon sudah lebih dari 40 tahun atau 50 tahun. Ingat loh itu banyak pohon yang ditanam masa penghijauan tahun 70-an,” kata dia.
Yayat menyoroti usia pohon di Jakarta yang kebanyakan ditanam saat penghijauan di masa Gubernur Ali Sadikin. Sehingga perlu pendataan pohon, dalam hal ini bisa melibatkan perguruan tinggi.
