Jelang Tahun Baru, Helikopter Terus Bergerak ke Desa Terpencil Kirim Logistik

Image title
30 Desember 2025, 18:00
Helikopter Sikorsky S-61 A mengangkut logistik bencana menggunakan metode sling load (angkut gantung) di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Kementerian Dalam Negeri menyatakan sejumlah pemerintah daerah
ANTARA FOTO/Ampelsa/foc.
Helikopter Sikorsky S-61 A mengangkut logistik bencana menggunakan metode sling load (angkut gantung) di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, kabupaten Aceh Besar, Aceh, Sabtu (20/12/2025). Kementerian Dalam Negeri menyatakan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia memberikan dukungan berupa logistik dan uang senilai Rp48 miliar untuk membantu penanganan bencana alam banjir dan longsor di Aceh dan Sumatera.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menjelang pergantian tahun 2026, upaya penyaluran bantuan ke wilayah terdampak bencana di Aceh terus dilakukan. Personel TNI masih mengandalkan helikopter untuk mengirimkan logistik ke sejumlah desa yang hingga kini masih terisolasi di Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.

Pada Senin (29/12), dari video yang beredar terlihat Helikopter HT-7205 menyalurkan bantuan sosial ke Desa Pilar Jaya dan Desa Kerawang, Kabupaten Aceh Tengah. Masing-masing desa menerima bantuan logistik seberat 750 kilogram. 

“Dari dokumentasi yang diterima, terlihat warga bergotong royong menurunkan bantuan secara estafet sesaat setelah helikopter mendarat,” dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah, Selasa (30/12).

Di waktu yang bersamaan, Helikopter H-3217 juga mengangkut bantuan ke Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. 

Total logistik yang dikirimkan ke wilayah tersebut mencapai 1 ton. Bantuan didrop langsung kepada warga yang telah menunggu, dengan isi logistik berupa makanan ringan, mi instan, dan air minum kemasan.

Selama masa tanggap dan pemulihan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, puluhan helikopter terus hilir-mudik menjangkau daerah-daerah terisolasi. Armada udara tersebut berasal dari berbagai instansi, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, hingga dukungan dari BUMN dan pihak swasta.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh bantuan yang tiba segera didistribusikan kepada masyarakat. Proses penyaluran dilakukan cepat agar tidak terjadi penumpukan logistik di posko.

“SOP kami itu tidak ada barang yang datang tinggal lebih dari 2x24 jam. Semua pasti langsung terdistribusi. Jadi, laju distribusi kita di setiap posko itu di atas 80 persen,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, dalam Konferensi Pers Pemulihan dan Rencana Strategis Pascabencana Jelang Akhir Tahun di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...