Tinjau Aceh Tamiang, Prabowo Ingin Sekolah hingga Rumah Sakit Segera Berfungsi

Tim Publikasi Katadata
1 Januari 2026, 17:27
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan 14 titik lahan HGU milik sejumlah perkebunan untuk lokasi pembangu
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc.
Pekerja membangun hunian sementara (huntara) untuk korban bencana banjir bandang di Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (28/12/2025). Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah menyiapkan 14 titik lahan HGU milik sejumlah perkebunan untuk lokasi pembangunan huntara dengan ukuran 4,5 x 4.5 meter persegi per unit bagi warga korban bencana hidrometeorologi akhir November lalu yang kehilangan rumah atau mengalami rusak berat.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan pemulihan fasilitas publik pascabencana agar layanan kepada masyarakat dapat segera berjalan kembali. 

Penegasan tersebut disampaikan saat Presiden meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Berdasarkan video yang beredar, Prabowo menginstruksikan jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk memberi perhatian khusus pada pemulihan sektor pendidikan dan kesehatan. 

Menurutnya, sekolah, puskesmas, dan rumah sakit harus segera difungsikan agar aktivitas sosial masyarakat kembali normal.

“Saya juga minta perhatian bahwa kalau bisa sekolah-sekolah juga diperhatikan, sama Puskesmas dengan rumah sakit-rumah sakit, supaya bisa berfungsi secepatnya kembali,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis Badan Komunikasi Pemerintah.

Terkait kebutuhan hunian warga, Presiden mencatat sekitar 90.000 rumah mengalami kerusakan berat di tiga provinsi terdampak bencana. 

Ia meminta adanya sinkronisasi data yang akurat agar penanganan rumah rusak berat, sedang, maupun ringan dapat dilakukan secara tepat sasaran dan tidak ada warga yang terlewatkan dalam proses pemulihan.

Prabowo secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Danantara atas percepatan penyediaan hunian bagi pengungsi. Menurutnya, pembangunan ratusan unit hunian dalam waktu singkat merupakan capaian yang patut diapresiasi.

“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan suatu pekerjaan yang saya lihat baik. Membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi. Nanti saya minta Danantara koordinasi dekat dengan BNPB, gubernur, dan bupati masing-masing supaya tidak tumpang tindih. Supaya resource kita benar-benar bermanfaat, tidak mubazir, semuanya harus diarahkan segera untuk membantu rakyat kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga memberikan penghargaan kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga aparat di lapangan. 

Ia menyoroti percepatan pembangunan jembatan darurat yang biasanya memakan waktu hingga satu bulan, namun kali ini berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari.

Prabowo menegaskan, capaian tersebut menunjukkan bahwa dengan kerja cepat, koordinasi yang baik, dan semangat gotong royong, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih efektif demi kepentingan masyarakat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...