Mendapatkan Becak Listrik dari Presiden, Penarik Becak Lansia Ucapkan Syukur

Septiani Teberlina
Oleh Septiani Teberlina - Tim Publikasi Katadata
3 Januari 2026, 16:55
Petugas menata becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di kantor UPT Transportasi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2025).
ANTARA FOTO/Maulana Surya/rwa.
Petugas menata becak listrik bantuan dari Presiden Prabowo Subianto di kantor UPT Transportasi Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Rasa syukur dan doa tulus mengalir dari para penarik becak lansia yang menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini dinilai meringankan beban kerja sekaligus membuka harapan akan penghidupan yang lebih layak di usia senja.

Bejo Waluyo (58), penarik becak asal Tuban, Jawa Timur, menjadi salah satu penerima bantuan tersebut. Seperti tampak dalam video yang beredar, Ia mengucapkan terima kasih dan berharap pemimpinnya senantiasa peduli kepada masyarakat kecil.

“Semoga Pak Prabowo selalu prorakyat. Selalu sehat, panjang umur, dan selalu bisa membuat rakyatnya tersenyum,” ujar Bejo usai menerima becak listrik yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional di Pendopo Krida Manunggal, Tuban.

Sebanyak 100 unit becak listrik dibagikan kepada penarik becak lansia dari 20 kecamatan di Kabupaten Tuban. Program ini ditujukan bagi warga lanjut usia yang masih harus bekerja demi menghidupi keluarga, agar dapat beraktivitas lebih ringan dan manusiawi.

Bagi Bejo, becak listrik benar-benar membawa perubahan. Selama ini, mengayuh becak ontel sangat menguras tenaga, sementara penghasilannya tidak menentu. Saat peziarah di kawasan Makam Sunan Bonang ramai, ia bisa memperoleh sekitar Rp100 ribu per hari. Namun di hari sepi, ia kerap pulang tanpa penumpang.

“(Becak manual) berat sekali. Dengan umur segitu ya sangat berat,” tuturnya. Dengan becak listrik, ia kini bisa bekerja lebih lama tanpa kelelahan berlebihan.

Rasa syukur serupa dirasakan Sarpin (77), penarik becak yang telah menggantungkan hidup dari becak selama 20 tahun. “Insya Allah mugo-mugo rejekine lancar. Matur nuwun, Pak Prabowo, kulo dikasih becak listrik,” ucapnya.

Ia mengaku sangat terbantu karena becak listrik menghemat tenaga, terutama saat melewati tanjakan, sesuatu yang semakin berat di usia lanjut.

Cerita bahagia juga datang dari Grobogan, Jawa Tengah. Yahman (73), penarik becak lansia dan ayah tujuh anak, mengaku jauh lebih nyaman menggunakan becak listrik dibanding becak ontel.

“Wah sangat senang. Harapannya bisa lebih mudah mencari nafkah untuk keluarga,” katanya. Ia pun mendoakan kesehatan dan umur panjang bagi Presiden Prabowo.

Sementara itu, Sulaksono (73), yang telah menarik becak sejak 1969, mengenang pahit-manis hidup sebagai penarik becak—dari ban bocor hingga berhari-hari tanpa penumpang. Dengan becak listrik, semangat hidupnya kembali tumbuh. “Kalau becak listrik kan ringan, ada mesinnya. Jauh lebih ringan,” ujarnya.

Bagi para penarik becak lansia ini, bantuan becak listrik bukan sekadar alat transportasi, melainkan simbol harapan: kerja yang lebih ringan, penghasilan yang lebih baik, dan masa tua yang lebih bermartabat.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...