Praja IPDN Papua Ambil Peran dalam Pemulihan Kantor Pemerintah Aceh Tamiang

Image title
5 Januari 2026, 15:30
Praja IPDN terlibat dalam pembersihan kantor pemerintah daerah di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1/2026).
Dok. Bakom RI
Praja IPDN terlibat dalam pembersihan kantor pemerintah daerah di Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (4/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) mengintensifkan pembersihan sejumlah kantor pemerintahan daerah di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, sebagai upaya mempercepat pemulihan aktivitas pemerintahan dan layanan publik pascabanjir.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, lumpur masih menggenangi sejumlah ruangan kantor. Para praja membersihkan area terdampak secara gotong royong dengan menyerok lumpur, memindahkan meja dan kursi, serta memilah peralatan kantor yang rusak agar proses pembersihan berjalan lebih efektif.

“Di sini kami dari satuan praja madya dan praja muda IPDN Kampus Jatinangor dan kampus daerah sedang melaksanakan pembersihan gedung Dinas PUPR Kabupaten Aceh Tamiang,” ujar Praja Madya IPDN, Yohanes D. Busawer di lokasi, Minggu (4/1).

Praja asal Papua Barat Daya itu menegaskan, semangat kebersamaan menjadi kunci agar kantor pemerintahan dapat segera difungsikan kembali.

“Kita harus saling bahu-membahu untuk membantu pembersihan kantor pemerintahan di sini, agar pegawai bisa kembali bekerja dan pemerintahan di Aceh Tamiang berjalan dengan aman dan bersih,” ungkap Yohanes.

Sebagai informasi, sebanyak 1.138 praja IPDN dikerahkan ke Aceh Tamiang untuk membersihkan kantor-kantor pemerintahan yang terdampak banjir. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap, dimulai dengan kloter pertama sebanyak 413 praja pada Sabtu (3/1), disusul kloter kedua dan ketiga pada Minggu (4/1) dan Senin (5/1).

Momen keberangkatan tersebut diunggah Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, melalui akun Instagram resminya. Di dalam video, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian tampak melepas keberangkatan para praja dan memberikan arahan di dalam pesawat sebelum lepas landas.

“Misi kemanusiaan kita menolong saudara-saudara kita,” jelas Tito kepada para taruna.

Bima Arya turut bergabung dalam rombongan. Setibanya di Aceh Tamiang, ia memberikan pengarahan langsung dan menekankan bahwa penugasan ini merupakan bentuk pengabdian.

“Adik-adik praja, ini adalah medan perjuangan selama paling tidak satu bulan. Tugas kita di sini adalah membersihkan kantor-kantor dinas,” katanya.

Sebanyak 413 praja yang tiba lebih awal ditempatkan di bangunan semi-terbuka yang disiapkan sebagai hunian sementara, dengan tandu lipat sebagai alas tidur. Para praja berjalan di atas lumpur menuju lokasi, sebagian membawa bendera Merah Putih dan menancapkannya di sekitar area penugasan.

“Arahan Pak Mendagri Tito, praja akan membantu percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana. Terima kasih kepada Lion Air Group atas kolaborasinya,” ujar Bima. 

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...