Prabowo Gelar Pertemuan Tertutup dengan 1.200 Rektor dan Guru Besar di Istana

Muhamad Fajar Riyandanu
15 Januari 2026, 10:06
prabowo, rektor, perguruan tinggi
YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto memanggil 1.200 rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Negara, Jakarta pada Kamis (15/1). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) menyampaikan forum pertemuan presiden dengan para rektor kali ini bersifat tertutup. 

"Agendanya tertutup karena banyak hal yang memang mau dibicarakan secara teknis antara Bapak Presiden dengan para rektor dan para guru besar," kata Prasetyo Hadi sebelum acara dimulai. 

Menurut Prasetyo, Prabowo akan menyampaikan pandangan dan arah kebijakan pemerintah kepada para tamu undangan. Presiden juga disebut bakal menjelaskan perkembangan terkini kondisi nasional, termasuk dinamika geopolitik global yang berdampak terhadap Indonesia. 

Salah satu isu utama yang akan disampaikan dalam forum pertemuan tersebut adalah pemenuhan kebutuhan tenaga dokter.  "Kita masih kekurangan hampir di atas 100 ribu. Nah ini kita harus cari cara bagaimana itu bisa mempercepat," ujarnya. 

Selain itu, Prabowo juga akan menyoroti peningkatan kualitas perguruan tinggi. Hal ini mencakup dosen serta ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan. 

Prasetyo Hadi mengatakan, saat ini pemerintah tengah melakukan perhitungan untuk mengurangi beban operasional perguruan tinggi negeri. Rencana ini diharapkan agar kampus dapat berkembang tanpa tekanan biaya yang berlebihan.

"Kami sedang coba menghitung bagaimana universitas-universitas ini dapat maju, berkualitas ,dan tidak memberatkan dari sisi pembiayaan bagi mahasiswa," ujarnyam 

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan pertemuan antara presiden dengan kalangan akademisi kali ini dikhususkan untuk bidang sosial humaniora (soshum)

Stella mengatakan, pemerintah tetap memberi perhatian serius pada rumpun ilmu soshum setelah sebelumnya menggelar forum serupa yang membahas isu pendidikan bidang science, techonology, engineering, and mathematics (STEM). 

"Saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru hari ini Bapak Presiden mengumpulkan akademisi sosial humaniora," kata Stella pada kesempatan serupa. 

Prabowo sebelumnya menggelar forum serupa di Istana Merdeka Jakarta pada 13 Maret tahun lalu. Saat itu Prabowo mendorong peran perguruan tinggi untuk memperkaya temuan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...