Hadiri WEF Davos, Prabowo akan Pidato Soal Konsep 'Prabowonomics'

Ameidyo Daud Nasution
22 Januari 2026, 15:52
prabowo, ekonomi, wef, davos
ANTARA FOTO/Aria Cindyara/hma/rwa.
Presiden Prabowo Subianto (ketiga kiri) didampingi putranya Didit Hediprasetyo (kedua kiri) disambut Atase Pertahanan KBRI Paris Marsma TNI Hendra Gunawan (kanan) saat tiba di Bandar Udara Internasional Zurich, Swiss, Rabu (21/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan berbicara di Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) yang digelar di Davos, Swiss pada Kamis (22/1). Dalam acara tersebut, Prabowo akan menyampaikan soal kinerjanya selama satu tahun.

Prabowo juga akan berbicara mengenai konsep pemikiran dan gagasan ekonomi yang telah diterapkan. Pidato ini akan disampaikan di depan lebih dari 1.000 CEO perusahaan dunia yang hadir.

"Beliau akan menceritakan hasil-hasil yang sudah pemerintah capai dalam satu tahun ini. Dan itu beliau sebut dengan Prabowonomics, jadi anda lihat saja besok,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Bandar Udara London Stansted, Inggris, Rabu (22/1) seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Prabowo telah tiba di Zurich, Swiss pada Rabu (21/1) pukul 17.55 WIB. Sebelumnya, Presiden mengunjungi Inggris untuk bertemu Raja Charles III dan Perdana Menteri Keir Starmer.

Dalam keterangan pemerintah, partisipasi Indonesia akan menegaskan posisi RI dalam rantai pasok global hingga menarik komitmen investasi sektor energi hijau.

Pemerintah juga menyelenggarakan Indonesia Pavilion pada 19–23 Januari 2026 serta acara Indonesia Night pada 21 Januari 2026. Tujuannya untuk memperkuat jejaring mendorong investasi ke Indonesia.

World Economic Forum merupakan pertemuan tingkat dunia yang rutin digelar tiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ekonomi tersebut mempertemukan ahli, pakar, praktisi, ekonom, akademisi, dan pemimpin dunia dalam satu acara yang sama untuk berdialog membahas tantangan ekonomi.

Pemimpin negara lainnya yang juga menyampaikan pidato secara khusus, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Sedangkan Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian berharap isi pidato Prabowo berfokus pada komitmen pemerintah terhadap disiplin fiskal. Sebab, defisit APBN per Desember 2025 menjadi 2,92%, lebih tinggi dari realisasi 2024 sebesar 2,29%.

Fakhrul menilai, penting untuk menggambarkan keberlangsungan operasional negara kepada  calon investor asing yang menghadiri WEF 2026. "Ada disiplin fiskal dalam APBN 2025, tapi memang harus dinamis ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi," kata Fakhrul di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI, Rabu (21/1).

Apa Itu Prabowonomics?

Sebelumnya, Wakil Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menjelaskan bahwa Prabowonomics adalah gagasan ekonomi yang berlandaskan pada Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945, yang menegaskan bahwa seluruh kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Prabowonomics juga mencakup strategi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Beberapa di antaranya meliputi program Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat, serta pendirian 80 ribu koperasi desa. 

“Pak Prabowo terus berproses untuk memimpin melalui perubahan yang dilakukan melalui jalur demokrasi, termasuk dalam bidang transformasi ekonomi,” ujar Qodari pada 21 Mei 2025.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...