Update Korban Longsor Cisarua: 16 Meninggal Dunia, Puluhan Orang Hilang

Desy Setyowati
25 Januari 2026, 14:32
longsor cisarua, bandung barat,
ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz
Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak 16 kantong jenazah korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat ditemukan hingga Minggu (25/1) siang.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan seluruh kantong jenazah tersebut saat ini berada di Pos Disaster Victim Identification (DVI) yang berlokasi di Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani proses identifikasi. 

“Per pukul 12.00 WIB hari ini, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16 kantong. Sebelumnya, pada kemarin (24/1) kami telah mengekspos sebanyak 11 kantong jenazah,” kata Hendra di Bandung, Minggu (25/1).

Kepolisian telah menerima empat kantong tambahan yang masuk. Sebanyak sembilan jenazah dari total 16, telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi melalui data sebelum meninggal atau ante-mortem. 

Pos DVI berhasil mencocokkan data antemortem secara manual maupun digital melalui sistem elektronik yang terintegrasi dengan data tunggal kependudukan (KTP). 

Selain itu, hingga kini sekitar 80 korban longsor masih dalam pencarian, dengan dampak kerusakan pada lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga serta jumlah pengungsi yang diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang akibat bencana tersebut.

Pada kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan bahwa Polda Jabar telah menggunakan Pos DVI sebagai tempat penampungan seluruh jenazah hasil evakuasi Tim SAR gabungan yang terdiri dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian, serta Tentara Nasional Indonesia.

Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan setelah meninggal atau post-mortem, meliputi pengecekan gigi, wajah, sidik jari, serta indikator fisik lainnya.

Hendra menambahkan, dari keseluruhan temuan tersebut, sebanyak sembilan jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga pada hari sebelumnya.

“Kami akan kembali melakukan rapat sebelum jenazah yang telah teridentifikasi diserahkan kepada keluarga yang sejak pagi telah menunggu di lokasi,” katanya.

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan penanganan korban dilakukan secara maksimal, mulai dari proses pencarian dan identifikasi hingga penyerahan jenazah kepada keluarga, perlindungan pengungsi, serta upaya pencegahan potensi bencana susulan. 

“Saat ini, prioritas utama adalah penyelamatan jiwa. Oleh karena itu, operasi SAR dilakukan 24 jam non-stop, mengingat masih terdapat sekitar 83 warga yang dalam pencarian,” kata Pratikno di Bandung Barat, Minggu (25/1).

Ia menjelaskan, penanganan bencana longsor dilakukan melalui lima kluster utama. Pertama, kluster pencarian dan pertolongan (SAR) yang dikoordinasikan Basarnas dengan dukungan TNI, Polri, BPBD, dan BNPB, serta melibatkan para relawan.  Kedua, kesehatan. Pos-pos kesehatan beroperasi selama 24 jam, didukung sejumlah ambulans dan mekanisme rujukan yang selalu siaga dan layanan trauma healing.

Ketiga, kluster logistik yang bertugas memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, meliputi sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan penunjang seperti selimut dan kebutuhan lainnya.  Keempat, kluster perlindungan sosial yang didukung oleh Kementerian Sosial, Dinas Sosial, BPBD Provinsi Jawa Barat, serta BPBD Kabupaten Bandung Barat untuk membantu para korban dan keluarga terdampak.

Terakhir, kluster infrastruktur yang berfokus pada pencegahan bencana lanjutan serta penyediaan fasilitas pendukung bagi warga terdampak,” kata dia.

Pratikno mengungkapkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah membahas bersama Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Bandung Barat terkait rencana relokasi, termasuk percepatan identifikasi lahan yang aman guna meminimalkan risiko bencana susulan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Antara

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...