BNN Ingatkan Dampak Penyalahgunaan Gas Tertawa: Bisa Rusak Saraf hingga Kematian

Ameidyo Daud Nasution
27 Januari 2026, 17:45
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait penangkapan buronan internasional asal Indonesia Dewi Astutik alias Mami alias Dinda di Gedung 600, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/bar
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers terkait penangkapan buronan internasional asal Indonesia Dewi Astutik alias Mami alias Dinda di Gedung 600, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (2/12/2025). Dewi Astutik alias Mami alias Dinda merupakan aktor intelektual penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun ke Indonesia yang merupakan jaringan Golden Triangle yang digagalkan pada Mei 2025 dan berhasil ditangkap BNN bersama Kepolisian Kambo
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti dampak penyalahgunaan gas tertawa atau Whip Pink. BNN mengatakan, penggunaan gas tersebut untuk efek euforia bisa sangat berbahaya karena bisa merusak saraf permanen hingga kematian.

Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto meminta masyarakat agar tak menyalahgunakan gas tersebut. Dia mengatakan, gas N2O itu serang digunakan untuk relaksasi ringan.

"Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen," kata Suyudi pada Selasa (27/1) dikutip dari Antara.

Suyudi mengatakan, Whip Pink saat ini masih legal dan belum masuk daftar narkotika sehingga sulit ditindak. Meski demikian, ia mengatakan bahwa ada tren pengetatan terhadap N2O secara global karena rawan disalahgunakan kalangan emaja.

"Di berbagai negara, N2O kini semakin ketat diatur, bahkan diklasifikasikan sebagai zat terlarang jika digunakan untuk rekreasi," kata Suyudi.

Suyudi mengatakan, gas tersebut dijual di berbagai platform daring dan kedok alat pembuat krim kocok. Meski demikian, tabung N2O untuk dispenser krim kerap disalahgunakan untuk mereka yang mencari efek mabuk.

"N2O juga ditemukan dalam tabung lebih besar yang mempermudah penyalahgunaan secara berkelompok," katanya.

Suyudi juga berharap masyarakat bisa mengedukasi keluarga masing-masing. Ia juga meminta orang tua mengawasi lingkungan anak serta melaporkan peredaran gas tertawa secara ilegal.

"Jika ada anggota keluarga yang terlibat, segera hubungi layanan konseling serta rehabilitasi BNN yang bersifat rahasia dan gratis," katanya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...