Jejak Misterius Perusahaan di Balik Gas Tertawa Whip Pink
PT Suplaindo Sukses Sejahtera menjadi perbincangan setelah salah satu produknya ramai dibicarakan di media sosial, yakni Whip Pink. Namun dari penelusuran yang dilakukan Katadata.co.id, ada beberapa kejanggalan terkait identitas perusahaan tersebut.
Dari pencarian yang dilakukan Katadata.co.id, nama perusahaan yang tertera dalam laman resmi Whip Pink merupakan PT Suplaindo Sukses Sejahtera. Sedangkan, dari data Kementerian Hukum, jenama Whip Pink dimiliki oleh PT Suplaindo Sejahtera.
Dari data, Kementerian Hukum, mayoritas saham Suplaindo Sejahtera dimiliki oleh Andy Hioe. Sedangkan pihak yang mengajukan merek Whip Pink sebagai kekayaan intelektual adalah Jason Hioe.
Katadata.co.id juga sempat menelusuri langsung alamat Suplaindo Sejahtera. Dari hasil pencarian alamat, perusahaan ini memiliki tiga alamat di tiga mesin pencarian berbeda.
Google Maps mencatat Suplaindo Sejahtera berada di Jl. Kartini Raya No.54B, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Sedangkan alamat dalam peta yang digunakan platform Grab untuk mengantarkan Katadata.co.id berada di Jalan Pangeran Jayakarta Komp No. 137, Mangga Dua.
Berdasarkan temuan Katadata.co.id, alamat yang disediakan Google Maps merupakan agen gas yang berubah menjadi indekos pada 2007 sampai sekarang. Sementara itu, alamat yang tertera di platform Grab merupakan ruko beberapa perusahaan kecil.
"Saya tinggal di sini dari tahun 2000, bangunan ini belum pernah berubah bentuknya. Dulu sempat jadi tempat agen gas pada 2004, tapi berubah jadi kosan 2 samapi 3 tahun setelahnya," kata Juru Parkir di sekitar Jl. Kartini Raya, Rabu (28/1).
Kedua alamat tersebut berbeda dengan yang terdaftar dalam basis data Kementerian Hukum, yakni Jl. Mantri No. 198, Kemayoran, Jakarta Pusat. Namun bangunan yang berdiri di alamat tersebut kini gudang kosong bekas operasi usaha percetakan.
Untuk diketahui, Notaris Rosalina Taswin mendaftarkan PT Suplaindo Sejahtera ke negara pada 6 Juli 2022. Adapun merek Whip Pink didaftarkan sekitar enam bulan kemudian atau pada 13 Januari 2023.
Akan tetapi, warga sekitar Kemayoran mengatakan, properti yang berdiri di alamat Suplaindo Sejahtera telah diambil alih oleh PT Bank Multiarta Sentosa Tbk sekitar 2023. Berdasarkan pantauan Katadata, properti tersebut kini menjadi salah satu properti yang kini dijual agen properti.
Jusuf sebagai agen yang bertanggung jawab menjual properti di Jl. Mantri No. 198 mengaku mendapatkan permintaan penjualan oleh pemilik properti pada tahun lalu. Namun nama pemilik yang dimaksud tidak tertera dalam daftar profil Suplaindo Sejahtera di dalam data Kementerian Hukum.
"Listing properti itu kalau tidak salah 2025, tapi lupa bulan apa persisnya, dan bukan atas nama PT Suplaindo Sejahtera," kata Jusuf kepada Katadata.co.id Rabu (28/1).
Nama Andy Hioe sempat muncul di sejumlah media setelah Bank Mas mengambil alih properti di Jl. Mantri No. 198 pada 28 September 2022. Ini setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menetapkan Andy Hioe pailit pada 7 April 2022.
Namanya juga muncul dalam akta perdamaian antara PT Suplaindo Sejahtera dengan PT Karya Technik Multifinance pada Maret 2024. Meski demikian, dalam akta perdamaian yang dirilis Pengadilan Negeri Jakarta Barat itu, alamat Suplaindo berada di Taman Kencana, Kalideres, Jakarta Barat.
Risiko Penggunaan Gas Tertawa
Whip Pink merupakan tabung nitrogen oxide berukuran yang dipasarkan sebagai bahan baku produk makanan. Ukuran tabung nitrogen Whip Pink berkisar antara 640 gram sampai 2,05 liter di dalam negeri, jauh lebih besar dari nitrogen umum untuk kebutuhan dapur sekitar 8 gram.
Nitrous oxide adalah gas tidak berbau dan tidak berwarna yang menyebabkan euforia, relaksasi, dan disosiasi dari realitas ketika dihirup. Gas ini digunakan untuk berbagai tujuan medis, industri, dan komersial yang sah, seperti sebagai propelan dalam dispenser krim kocok dan siphon air.
Saat dihirup, zat seperti nitrous oxide, bisa menggantikan oksigen di darah, sehingga membuat otak dan jantung kekurangan oksigen. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan kesadaran hingga kematian.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Niti Emiliana menilai iklan produk dispenser krim kocok Whip Pink di akun Instagram @whippink.co dinilai berpotensi menyesatkan konsumen.
Merujuk pada akun Instagram Whip Pink, terdapat keterangan atau caption dengan kata-kata 'certified delulu'. Delulu merupakan bahasa slang yang berarti delusional atau waham. Ada juga caption dengan kata 'serotonin boost' yang merujuk pada hormon bahagia dan tagar Pressure Every Puff atau tekanan di setiap hisapan.
Berdasarkan beberapa konten Instagram Whip Pink, YLKI menilai ada pelanggaran terkait hak bagi konsumen untuk memperoleh informasi yang benar, jelas, dan jujur.
"Informasi ini dapat menyesatkan konsumen dengan memberikan informasi tidak sesuai dengan fungsi produk, yang justru akan memberikan dampak negatif pada konsumen yang menggunakan," kata Niti kepada Katadata.co.id pada Selasa (27/1) malam.
Sedangkan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyoroti dampak penyalahgunaan gas tertawa. BNN mengatakan, penggunaan gas tersebut untuk efek euforia bisa sangat berbahaya karena bisa merusak saraf permanen hingga kematian.
Kepala BNN, Komjen Pol Suyudi Ario Seto meminta masyarakat agar tak menyalahgunakan gas tersebut. Dia mengatakan, gas N2O itu serang digunakan untuk relaksasi ringan.
"Dalam jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen, kekurangan vitamin B12 yang parah, hingga risiko kematian akibat kekurangan oksigen," kata Suyudi pada Selasa (27/1) dikutip dari Antara.
Suyudi mengatakan, Whip Pink saat ini masih legal dan belum masuk daftar narkotika sehingga sulit ditindak. Meski demikian, ia mengatakan bahwa ada tren pengetatan terhadap N2O secara global karena rawan disalahgunakan kalangan emaja.

