Serangan Udara Israel Tewaskan 9 Orang di Gaza, Termasuk ke Tenda Pengungsi
Pasukan Israel telah menewaskan sedikitnya sembilan warga Palestina dalam serangan baru di seluruh Gaza pada Minggu (15/2). Ini merupakan pelanggaran lain terhadap "gencatan senjata" yang ditengahi Amerika Serikat pada bulan Oktober, menurut sumber medis.
Dikutip dari Al Jazeera, Serangan terjadi ketika militer Israel melancarkan beberapa serangan di Lebanon selatan, menargetkan apa yang disebutnya sebagai gudang yang digunakan oleh kelompok bersenjata Hizbullah.
Serangan itu terjadi di luar apa yang disebut "garis kuning", tempat pasukan Israel ditempatkan di Gaza, tambah sumber tersebut.
Empat warga Palestina lainnya tewas ketika pasukan Israel menyerang sebuah tenda untuk pengungsi di daerah al-Faluja di Gaza utara, kata sebuah sumber di Rumah Sakit al-Shifa.
Israel Klaim Serang Pejuang Bersenjata
Namun, militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu pagi bahwa mereka menyerang sebuah bangunan di bagian utara Gaza yang tidak disebutkan namanya tak lama setelah beberapa pejuang bersenjata memasuki bangunan tersebut. Setidaknya dua pejuang tewas, katanya.
Militer Israel juga mengatakan telah membunuh satu orang lagi di Gaza pada hari Minggu yang diduga melintasi garis kuning dan menimbulkan "ancaman langsung" bagi pasukannya di sana.
Di Lebanon, militer Israel mengatakan telah menyerang gudang yang digunakan oleh Hizbullah untuk menyimpan senjata dan peluncur di bagian selatan negara itu.
Militer Israel dan Hizbullah, yang memulai serangan terhadap Israel utara sebagai bentuk solidaritas dengan warga Palestina di Gaza pada tahun 2023, menyepakati gencatan senjata pada November 2024.
