RI Dapat Hibah Kapal Induk Italia, Kemenhan Janji Tak Pakai untuk Tujuan Agresif
Kementerian Pertahanan berencana untuk melakukan retrofit pada kapal induk hibah pemerintah Italia untuk Indonesia, Giuseppe Garibaldi. Kapal tersebut akan dilengkapi dengan teknologi terkini.
Namun pemerintah menekankan kapal induk tersebut akan digunakan dalam operasi militer selain perang. Kepala Biro Informasi Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan kapal induk Garibaldi dapat memudahkan kegiatan logistik, distribusi barang, dan distribusi manusia di daerah bencana.
"Tidak ada niatan bangsa kita untuk bersifat agresif atau dengan memiliki kapal induk tersebut," kata Rico di Jakarta Pusat, Rabu (25/2).
Rico mengatakan, kapal induk hanya akan digunakan untuk operasi bantuan keamanusiaan atau operasi militer selain perang. Sebab, kapal tersebut memiliki enam landasan helikopter yang membuat proses penanganan bencana lebih efektif dan efisien.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan lebar 30,4 meter. Kapal induk tersebut dirancang untuk memiliki bobot penuh hingga 13.850 ton dan melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.
Hibah tersebut merupakan bagian dari kerja sama antar pemerintah setelah pembelian kapal dengan Italia. TNI telah resmi membeli dua kapal dari produsen kapal Giuseppe Garibaldi, yakni Fincantieri.
Kapal yang dibeli oleh TNI Angkatan Laut adalah KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu SIliwangi 321. "KRI Prabu Siliwangi diharapkan tiba di dalam negeri selambatnya April 2026," katanya.
Selain itu, pemerintah telah selesai melakukan peremajaan 41 kapal alutsista melalui program R41 atau Refurbishment 41. Program tersebut merupakan kerja sama antara Kementerian Pertahanan, PT PAL Indonesia, dan beberapa perusahaan galangan swasta.
