Prabowo Bertemu Luhut Bahas Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Nasional

Muhamad Fajar Riyandanu
12 Maret 2026, 15:07
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3)
Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3)
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Wisma Danantara, Jakarta pada Rabu (11/3). Pertemuan tersebut berlangsung sebelum acara peringatan Tasyakuran Satu Tahun Danantara Indonesia.

Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel TNI Teddy Indra Wijaya menyampaikan, pertemuan saat itu lebih banyak membahas urusan perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia.

Menurut Teddy, dalam pertemuan tersebut turut disampaikan bahwa kondisi pasokan energi nasional saat ini masih dalam keadaan aman. Pemerintah akan terus berupaya menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional tetap mencukupi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” kata Teddy dalam siaran pers yang dirilis oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Kamis (12/3).

Selain membahas stabilitas energi, Prabowo juga menekankan pentingnya langkah-langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui percepatan program swasembada energi. Hal ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan energi global.

“Presiden juga menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial, untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” ujar Teddy.

Lebih jauh, presiden juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang berkembang. Antisipasi dan kesiapan kebijakan dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

Jalannya isi pertemuan tersebut juga dikabarkan oleh Luhut melalui unggahan akun instagram @luhut.pandjaitan pada Kamis (12/3). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi 2016-2024 itu mengatakan dirinya bersama jajaran DEN dan para menteri dipanggil oleh Prabowo untuk mendiskusikan strategi dalam menentukan arah kebijakan ekonomi domestik di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.

Luhut menyampaikan kepada Prabowo kondisi dunia saat ini tengah menghadapi “perfect storm”. Menurutnya, eskalasi konflik di Timur Tengah terjadi di saat pemulihan ekonomi global belum sepenuhnya stabil, sehingga berdampak nyata pada rantai pasok energi dunia.

"Dampaknya sangat nyata terhadap rantai pasok energi global dan kita tidak tahu kapan situasi ini mereda. Ibarat mengemudikan kapal di tengah cuaca ekstrem, setiap keputusan harus diambil dengan presisi agar kita tetap pada jalur yang benar," tulis Luhut.

Pada pertemuan itu, Luhut mengatakan benteng pertahanan energi nasional saat ini masih terkendali dengan pasokan BBM dan gas nasional yang masih mencukupi.

Kendati demikian, Luhut mengatakan pemerintah akan terus memantau fluktuasi harga energi global secara rutin, sekaligus menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali. "Fokus utama kita adalah memastikan guncangan luar tidak menghantam langsung daya beli masyarakat," ujarnya.

Lebih jauh, Luhut menyampaikan presiden memberikan instruksi untuk mempercepat swasembada energi agar Indonesia perlahan lepas dari ketergantungan energi fosil.

Prabowo juga menekankan efisiensi melalui digitalisasi pemerintahan, termasuk proyek percontohan penyaluran bantuan sosial secara digital agar lebih tepat sasaran dan meminimalkan kebocoran anggaran.

Selain Luhut, forum pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Adapun pihak DEN yang ikut dalam pertemuan tersebut antara lain Mari Elka Pangestu, Chatib Basri, dan Septian Hari Seto.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
Editor: Yuliawati

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...