Jenguk Andrie Yunus, Anies dan Novel Baswedan Minta Prabowo Ikut Turun Tangan

Muhamad Fajar Riyandanu
14 Maret 2026, 16:12
Dewan Penasehat IM57+ Institute Novel Baswedan memberikan keterangan usai menyerahkan laporan di gedung lama KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4/2024). IM57+ Institute melaporkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas dugaan pela
ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Dewan Penasehat IM57+ Institute Novel Baswedan memberikan keterangan usai menyerahkan laporan di gedung lama KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (26/4/2024). IM57+ Institute melaporkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK atas dugaan pelanggaran kode etik.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama mantan penyisik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjenguk Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, di RSCM Jakarta Pusat pada Sabtu (14/3). Andrie saat ini menjalani perawatan medis setelah disiram air keras oleh orang tidak dikenal di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis, 12 Maret malam lalu.

Anies dan Novel didampingi oleh dua pengurus KontraS, yakni Kepala Divisi Riset Hans Giovanny dan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas Jane Rosalina. Anies dan Novel menjenguk Andrie selama sekitar 20 menit karena ia masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU).

Anies menyampaikan kondisi Andrie masih menjalani proses pemulihan yang memerlukan isolasi, sehingga ia dan Novel tidak bisa berinteraksi dengan siapapun kecuali tenaga medis. Namun, keduanya masih dapat berjumpa dengan pihak keluarga, termasuk ayah, ibu, dan adik Andrie di ruang perawatan dengan pengawasan tim medis.

Anies mendesak aparat kepolisian untuk menelusuri para pelaku, termasuk para pemberi perintah di balik aksi tersebut.

“Kita percayakan kepada aparat kepolisian untuk bisa mencari pelakunya, menemukan pelakunya, lalu sampai kepada pemberi perintahnya. Bukan hanya pada eksekutor di lapangan, tapi pemberi perintahnya,” kata Anies saat menyampaikan konferensi pers di Lobi Kanigara RSCM.

Pada kesempatan tersebut, Anies merasa prihatin terhadap serangan terhadap Andrie Yunus. Ia  menilai kejadian mengindikasikan adanya pihak yang berusaha meniadakan kritik.

Anies menegaskan bahwa negara dan pemerintah harus melindungi para pengkritik agar kehidupan demokrasi di Indonesia tidak mengalami kemunduran.

“Kalau sampai ini tidak terbukti, tidak terungkap, maka muncul pertanyaan apakah ini ada negara di dalamnya atau tidak? Apa negara sengaja membiarkan?” ujar Anies.

Pada kesempatan serupa, Novel Baswedan berpendapat dari rekaman CCTV yang beredar bahwa pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus diduga bukan bertindak sendiri, melainkan dalam kelompok yang terorganisir.

Novel menduga pelaku telah melakukan persiapan, termasuk kemungkinan komunikasi sebelum melakukan aksinya. “Mereka (pelaku) sepertinya berkelompok dan melakukannya sangat terorganisir. Sehingga saya juga menduga sebelum melakukan tindakan mereka pasti ada kayak briefing,” ujarnya.

Minta Presiden Turun Tangan

Novel Baswedan melihat penyerangan terhadap Andrie Yunus bukan merupakan kejahatan spontan atau kriminal murni. Ia menduga serangan itu dilakukan dengan motif tertentu yang harus dibuktikan melalui proses penyidikan dan penyelidikan.

Senada dengan Anies, Novel juga  menekankan pentingnya penanganan kasus ini secara tuntas, termasuk menjerat aktor intelektual di balik aksi agar tindakan brutal serupa tidak terulang kembali. “Yang pasti ini bukan kejahatan spontan, tapi sesuatu perbuatan yang dilakukan dengan motif,” kata Novel.

Mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu meyakini aparat kepolisian mampu mengusut kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus. Ia juga mendorong adanya dukungan penuh dari semua pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Saya katakan bahkan dari Presiden pun harus memberikan perhatian soal ini. Kenapa? Karena ini adalah orang yang memperjuangkan kepentingan umum dan kemanusiaan. Kalau orang begini diserang, maka yang rugi adalah kepentingan negara,” ujar Novel.

Sekretaris Jenderal KontraS, Andy Irfan, menyampaikan penyerangan tersebut terjadi sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan perekaman siniar (podcast) di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” sekitar pukul 23.00 WIB.

Tindakan ini mengakibatkan luka bakar serius pada sejumlah bagian tubuh, terutama pada tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.  Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, Andrie Yunus mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 24% dan saat ini tengah menjalani penanganan intensif di rumah sakit.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...