Tangsel Puncaki Daftar Wilayah dengan Polusi Udara Terburuk di RI Pagi Ini

Ajeng Dwita Ayuningtyas
2 April 2026, 08:28
udara, tangsel, polusi
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/tom.
Suasana gedung-gedung bertingkat dan perumahan warga dengan kabut polusi udara di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/5/2024).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kualitas udara Tangerang Selatan dan sejumlah kota lainnya terpantau tidak sehat pagi ini. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.40 WIB, poin AQI di wilayah-wilayah tersebut lebih dari 150 atau kualitas udara tidak sehat. 

Pada kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, orang hamil, atau penderita penyakit jantung dan paru rentan mengalami efek kesehatan.

“Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir pada Kamis (2/4).

IQAir menyarankan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dalam kondisi ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga beberapa kali mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, khususnya jika berada di lokasi dengan tingkat pencemaran udara tinggi.

Berikut daftar lima kota di Indonesia dengan kualitas udara terburuk pagi ini:

  1. Tangerang Selatan, Banten, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat
  2. Jakarta, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat
  3. Bandung, Jawa Barat, dengan poin AQI 155 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Surabaya, Jawa Timur, dengan poin AQI 116 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif
  5. Badung, Bali, dengan poin AQI 115 atau dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif

Sementara itu, Kota Palangkaraya di Kalimantan Tengah memiliki kualitas udara paling sehat pagi ini dengan poin AQI 29. Disusul Kota Pontianak di Kalimantan Barat dengan poin AQI 48. Kualitas udara keduanya tergolong baik. 

Kualitas udara yang tergolong baik dinilai menjadi waktu yang tepat untuk beraktivitas di luar ruangan. "Ini adalah waktu yang ideal untuk melakukan aktivitas di luar ruangan dengan sedikit atau tanpa risiko yang ditimbulkan oleh udara yang dihirup," demikian pernyataan IQAir.

Di lingkup global, kota besar dengan kualitas udara terbaik memiliki poin AQI 6, tepatnya di Vancouver (Kanada), Portland (AS), dan Seattle (AS). Di bawahnya adalah Athena di Yunani dengan poin AQI 10 dan Tokyo di Jepang dengan poin AQI 12.

Berbanding terbalik dengan keadaan tersebut, kualitas udara di Kota Dakar, Senegal, tergolong sangat tidak sehat dan menjadi yang terburuk di dunia pagi ini. Berikut daftarnya:

  1. Dakar, Senegal, dengan poin AQI 242 atau dalam kategori sangat tidak sehat
  2. Chiang Mai, Thailand, dengan poin AQI 233 atau dalam kategori sangat tidak sehat
  3. Delhi, India, dengan poin AQI 170 atau dalam kategori tidak sehat
  4. Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, dengan poin AQI 163 atau dalam kategori tidak sehat
  5. Dhaka, Bangladesh, dengan poin AQI 158 atau dalam kategori tidak sehat

Indeks AQI merupakan konsentrasi polutan udara yang menunjukkan kategori kualitas udara. Rumus indeks mempertimbangkan enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah.

Angka AQI keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan angka AQI paling tinggi. Indeks AQI berkisar dari 0 sampai 500 dengan pembagian enam kategori. 

Kategori baik memiliki rentang skor AQI 0-50, kategori sedang memiliki rentang skor 51-100, dan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berada pada rentang skor 101-15o.

Sedangkan kategori tidak sehat dengan rentang skor AQI di angka 151-200, kategori sangat tidak sehat 200-299, dan kategori berbahaya pada rentang 300-500.

Kualitas udara dalam kategori sangat tidak sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.  Sementara itu, kualitas udara kategori berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi manusia.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...