Pemerintah Akan Bantu Pulangkan 2.285 WNI dari Asia Barat ke Indonesia
Kementerian Luar Negeri atau Kemlu berencana memfasilitasi repatriasi mandiri yang dilakukan 2.285 warga negara Indonesia yang kini masih berada di Asia Barat. Adapun WNI tersebut tidak termasuk jemaah umroh yang sedang maupun akan dipulangkan ke dalam negeri.
Plt Direktur Perlindungan WNI Heni Hamidah mencatat total WNI yang berada di dalam Iran mencapai 281 orang. Angka tersebut sudah menghitung 35 anak buah kapal atau ABK yang bekerja di atas kapal yang kini berlabuh di Pesisir Iran.
"Kami melakukan kontak dengan para WNI di Iran untuk mematangkan evakuasi tahap berikutnya. Tentu rencana evakuasi ini disesuaikan dengan kondisi dan situasi terkini di lapangan," kata Heni dalam konferensi pers di kantornya, Rabu (8/4).
Secara umum, Heni mencatat total WNI yang bekerja sebagai ABK di Asia Barat mencapai 892 orang. Namun pemerintah belum dapat mendata berapa WNI yang terjebak di Selat Hormuz akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Seperti diketahui, Selat Hormuz merupakan saluran yang dilalui 20% kebutuhan minyak mentah secara global. Iran tercatat telah menyerang beberapa kapal pembawa minyak selama sebulan terakhir yang membuat ratusan kapal enggan melalui celah tersebut.
"Kami masih belum mendapat laporan berapa banyak ABK WNI yang terjebak di Selat Hormuz. Namun kami melakukan komunikasi intensif ke ABK yang ada di kawasan," katanya.
Heni menyampaikan pemerintah masih harus memastikan rute pergerakan WNI yang akan dievakuasi dari Tanah Persia. Hal tersebut penting untuk menentukan titik penerbangan ke dalam negeri yang dilakukan di luar Iran.
Selain di Iran, Heni mencatat sebanyak 720 WNI masih terdampar di Asia Barat akibat disrupsi jadwal dan rute penerbangan. Seperti diketahui, sebagian maskapai terpaksa mengubah jadwal dan rute penerbangan untuk menghindari misil yang diluncurkan Iran, Israel, maupun Amerika Serikat di kawasan.
"Kami perlu memastikan pergerakan WNI selama proses evakuasi dan memilih rute-rute yang dinilai baik menuju titik kumpul di luar Iran," katanya.
Seperti diketahui, pemerintah telah mengevakuasi 32 WNI dari Iran melalui dua kloter penerbangan. Adapun seluruh WNI tersebut tiba di dalam negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai awal bulan lalu, Selasa (10/3).
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan prioritas pemerintah adalah memastikan keselamatan WNI di Asia Barat. Alhasil, langkah evakuasi merupakan bagian dari perlindungan WNI di daerah terdampak konflik.
“Sejak konflik berlangsung, Kementerian Luar Negeri bersama Perwakilan RI di Timur Tengah terus berkoordinasi secara erat untuk memantau situasi, melakukan pendataan WNI, serta membahas langkah-langkah kontinjensi,” kata Sugiono dalam keterangan resmi.
